Jasa Tirta I Siap-siap 'Kebagian' Proyek Inalum

Jasa Tirta I Siap-siap 'Kebagian' Proyek Inalum

- detikFinance
Senin, 16 Mei 2011 08:09 WIB
Malang - Perusahaan plat merah bidang pengelolaan sumber daya air Perum Jasa Tirta I (PJT I) berpeluang mengelola proyek Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) khususnya di pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Rencananya proyek Inalum yang merupakan patungan Indonesia-Jepang akan diambil alih pada tahun 2013 oleh Indonesia.

"Menteri BUMN menugasi Jasa Tirta I untuk melihat disana," kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan Teknik PJT I Harianto akhir pekan lalu.

Ia mengatakan kawasan Inalum di Asahan memiliki potensi tenaga listrik mencapai 5 miliar Kwh lebih. Angka ini berlipat-lipat dari total produksi listrik PJT I di Kali Brantas yang hanya 1,1 miliar Kwh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Inalum membuat sendiri pembangkit listriknya, untuk melebur alumunium," katanya.

Harianto menuturkan, Menteri BUMN Mustafa Abubakar secara langsung telah memberikan arahan agar PJT I mempersiapkan diri sebelum adanya pengambilalihan Inalum di 2013.

Menurutnya, rencana keterlibatan PJT I bukan dalam proyek baru, namun dalam PLTA yang sudah ada di Asahan. Sumber PLTA asahan merupakan hasil pengelolaan waduk yang bersumber dari Danau Toba Sumatera Utara.

Salah satu, rencana masuknya PJT I ke proyek Inalum diantaranya mengenai perbaikan dalam pengelolaan Sungai di Asahan. Dimana di kawasan tersebut ada zona sepanjang 6 Km justru alirannya mengalami kekeringan.

"Bagaiama kita diminta untuk dikaji untuk pengelolaannya," katanya.

Selama ini PJT I merupakan pengelola sumber daya air di aliran Sungai Brantas dan Bengawan Solo Jawa Timur. Perum ini memiliki beberapa PLTA dari beberapa waduk di sekitar aliran Sungai Brantas yang menghasilkan listrik kurang lebih 275 MW.

Selain itu PJT I melakukan peran dalam memberikan kontribusi pada pelayanan irigasi pertanian, pengendalian banjir, penyediaan air minum dan air industri, pengendalian kualitas air dan lain-lain. Pada tahun 2010 lalu, perum yang sudah berumur 21 tahun ini mencatatkan laba sebelum pajak Rp 54 miliar.

"Pendapatan listrik menyumbang paling besar 60% dari pendapatan Jasa Tirta I," katanya.

(hen/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads