"Bidang yang butuh bantuan Korea adalah industri pengolahan yang berbasis mineral, oil and gas," kata Staf Khusus Menteri Koordinasi Perekonomian, Amir Sambodo dalam perbincangan dengan wartawan Rabu malam waktu setempat (18/5/2011).
Menurut Amir, industri berbasis mineral, minyak, dan gas ini jangan melulu diekspor dalam bentuk bahan mentah. Namun, dapat juga dijual di pasar internasional dengan bentuk jadi yang mempunyai nilai lebih tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amir menambahkan, industri di bidang pertanian juga membutuhkan bantuan yang serupa. Pemerintah Korea Selatan menilai Indonesia memiliki sumber daya alam di bidang pertanian yang besar.
"Indonesia ini punya sumber yang besar sekali dalam palm oil, kakao, karet dan produk pertanian yang lain yang butuh industri pemroses," ungkapnya
Lebih lanjut Amir mengungkapkan, pemerintah Korea Selatan memiliki kekuatan dalam teknologi pertanian dan teknologi pengolahan dan menilai Indonesia kurang dalam industri pengolahan.
"Industri pertanian, seperti karet, CPO, kakao sangat potensial. Indonesia punya sumber yang potensial, tapi kurang dalam pengembangan," jelasnya.
Industri pakan ternak, lanjut Amir, juga siap diberi bantuan oleh pihak Korea Selatan untuk memberikan asupan makanan yang sehat bagi hewan ternak di Indonesia mengingat masyrakat Indonesia yang mebutuhkan peningkatan gizi makanan.
"Industri biji-bijian pakan ternak perlu dikembangkan dan Korea siap mendukung," imbuhnya.
Indonesia, jelas Amir, juga dapat menjadi lumbung pangan Asia dengan meningkatkan industri pascapanen. "Industri pascapanen sangat potensial dalam industri pertanian, bukan cuma untuk indonesia sendiri tapi bisa jadi lumbung pangan Asia," pungkasnya.
(ade/ang)











































