"Perlu perpanjangan jalan tol Jakarta-Merak agar mencapai lokasi pabrik baru PT Krakatau Posco," kata Juru Bicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat, menjelaskan pertemuan tertutup antara Wapres Boediono dan para petinggi PT Krakatau Steel di lokasi pabrik, Cilegon, Banten, Kamis (19/5/2011).
Krakatau Posco, perusahaan baja joint venture antara Krakatau Steel (KS) dengan Posco Korsel itu juga membutuhkan jalan tol lingkar Cilegon untuk mengantisipasi kebutuhan transportasi. KS juga mengusulkan pembangunan jalur ganda KA untuk pengangkutan baja hasil produksinya nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan energi, Krakatau Posco juga membutuhkan energi gas alam sebagai pendukung pembangkit listrik. Saat ini anak perusahaan KS itu memiliki pembangkit berkapasitas 400 MW dan harus ditambah sedikitnya 120 MW lagi berupa combine cycle powerplant.
"Ini belum termasuk tambahan power plant yang listriknya hanya akan didedikasikan untuk Krakatau Posco saja sebesar 200 MW," imbuh Yopie.
Untuk mengatasi kebutuhan gas alam, lanjutnya, jalan yang paling cepat saat ini adalah dengan membangun Floating Storage Regassification Unit (FSRU) yang bisa mengubah LNG menjadi gas alam yang langsung masuk memenuhi kebutuhan industri. LNG-nya sendiri bisa memakai produksi berbagai sumur dalam negeri maupun impor.
"Pasar LNG dunia dalam beberapa tahun mendatang ini akan kebanjiran pasokan dari beberapa sumur baru di Australia dan Timur Tengah. Ini harus dimanfaatkan," kata Yopie.
(irw/dnl)











































