Ketua Komite Pedagang Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Heris mengatakan pembuat pakaian (garmen) dan pedagang pakaian di Tanah Abang Jakarta, misalnya baru menikmati penurunan harga tekstil tiga hari terakhir. Sehingga para produsen maupun pedagang belum akan menurunkan harga pakaian.
"Barang jadinya belum turun, penurunan kan baru 3 hari lalu. Produksi sekarang ini sudah mulai pakai bahan baku yang baru," kata Heris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Produk garmen memang akan turun, sebab kalau tidak turun nggak laku, supaya pasar bergairah," katanya.
Ia menuturkan saat ini kondisi pasar pakaian jadi, khususnya di Tanah Abang masih lesu karena konsumen masih fokus pada tahun ajaran baru. Kondisi pasar yang lesu ini membuat pedagang harus tetap mendapat keuntungan sehingga belum akan menurunkan harga.
"Pedagang-pedagang di berbagai daerah masih nunggu, biasanya sekarang sudah mulai ramai, tapi nanti 15 Juni akan ramai. Sekarang pasar
belum turunkan harga," katanya.
Hingga kini jumlah pedagang di Tanah Abang sebanyak 28.000 orang, sebesar 75% merangkap sebagai industri pembuat pakaian jadi, sementara sisanya adalah pedagang murni. Rata-rata perputaran uang di sentra pakaian Jakarta ini menembus di atas Rp 150-200 miliar per hari.
(hen/dnl)











































