Ketua umum PRIMKOPAS, Budi Rahman menyampaikan, untuk tahapan awal setelah penandatanganan kerjasama, pihaknya baru akan menyuplai 50% dari kapasitas produksi Krakatau Steel.
"Pokoknya 2012 kita targetkan 100% kebutuhan Krakatau Steel. Untuk tahap pertama, 50% kita suplai," katanya ketika ditemui di Jakarta, Rabu (1/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka produksi sekitar 700 ribuan per tahun. kalau 50% kita bisa suplai sebesar 350 ribu meter persegi pertahun untuk Krakatau Steel," jelasnya.
Masalah harga pengemasan, Budi menjelaskan akan mengusahakan di bawah dari harga yang digunakan oleh PT Krakatau Steel yang menggunakan barang impor. Saat ini, PT Krakatau Steel membayar 4,5 dolar AS per meter persegi.
"Kalau harganya lebih murah dari eksisting, kita akan usahakan lebih murah," jelasnya.
Lebih lanjut Budi menjaskan, dirinya menargetkan dapat menyediakan kertas kemasnya untuk industri logam dan baja lain selain Krakatau Steel. "next step pasti kita bisa mensuplai ke industri non-Krakatau Steel," imbuhnya.
(ade/qom)










































