"Semen itu yg baru selesai Lafarge, Prancis itu, di Aceh. Dia meminta izin mau masuk investasi baru di Pulau Jawa. Saya bilang you berani investasi di Pulau Jawa. Nggak apa-apa, dia bilang gitu. Yang kedua, yang dari China kemarin mau follow up kunjungannya perdana menteri China itu," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat ditemui di kantornya, jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (7/6/2011)
Hidayat menambahkan ia lebih merekomendasikan agar para investor tersebut menggarap pasar di luar Jawa. Menurutnya pasar Jawa selain ketat, juga sering kali terkendala masalah perizinan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari masalah tersebut, Hidayat menegaskan Lafarge memastikan akan melakukan investasi baru. Opsinya ada dua pilihan apakah di luar Jawa atau luar Jawa.
Ditempat yang sama Dirjen Industri Berbasis Manufaktur Panggah Susanto mengatakan investasi Lafarge lainnya yang bakal konkret adalah di Langkat Sumatera Utara.
"Di Langkat itu, yang lebih konkret itu di Sumatera utara," katanya.
Sebelumnya Lafarge telah membangun pabrik semen berlokasi di Lhok Nga, Aceh. Lafarge menanamkan modalnya sebesar US$ 300 juta untuk membangun pabrik berkapasitas 1,6 juta ton per tahun, pabrik itu mengkonsumsi klinker sebanyak 1,2 juta ton.
(ade/hen)











































