"Semua petani garam beberapa hari ini sudah menikmati terang (matahari) baru persiapan produksi, 20 Juni baru panen perdana di Pamekasan Madura, berikutnya Sampang, Sumenap," kata Direktur Utama PT Garam Slamet Untung Irredenta kepada detikFinance, Jumat (10/6/2011).
Ia mencatat selama sepuluh hari terakhir ini musim hujan sudah mulai reda dan akan memasuki musim kemarau. Untuk panen perdana 20 Juni nanti, PT Garam menargetkan produksi awal 50 ton yang akan bertambah sejalan memasuki puncak musim kemarau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Slamet memperkirakan jika musim kemarau berjalan normal setidaknya PT Garam menargetkan akan memproduksi 275.000 ton garam di tahun ini. Namun jika periode musim kemarau bisa berlanjut hingga pertengahan November diperkirakan produksi bisa mencapai 365.000 ton garam.
Dikatakannya dengan panen garam perdana di pertengahan Juni 2011 telah terjadi keterlambatan musim panen hingga satu bulan lebih. Biasanya para petani sudah memulai persiapan produksi di Mei.
Produksi garam nasional tahun ini tetap ditargetkan mencapai 1,2-1,3 juta ton. Tahun lalu PT Garam menargetkan produksi garam 365.000 ton namun terealisasi hanya 4.300 ton. Sementara produksi garam nasional di 2010 hanya terealisasi 3,27% dari target 1,3 juta ton.
Dengan dimulainya produksi garam Juni ini maka harapan untuk mengurangi impor garam semakin besar. Sebagai gambaran pada 2009 produksi garam nasional hanya mencapai 1.265.600 ton, masih jauh lebih rendah dari kebutuhan garam sebesar 2.865.600 ton pada waktu itu.
(hen/dnl)











































