Industri Makanan Asal Eropa Realisasikan Investasi

Industri Makanan Asal Eropa Realisasikan Investasi

- detikFinance
Senin, 13 Jun 2011 18:38 WIB
Industri Makanan Asal Eropa Realisasikan Investasi
Jakarta - Industri-industri makanan dari Eropa seperti Unilever dan Nestle merealisasikan investasinya di Indonesia. Total investasi pabrikan makanan itu sedikitnya diperkirakan US$ 150-200 juta.

Demikian disampaikan Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan saat jumpa pers di hotel Shangrila, Jakarta, Senin (13/6/2011).

"Perusahaan dari Eropa, Unilever dan Nestle akan investasi US$ 150-200 juta," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gita menambahkan Nestle akan membangun pabrik barunya di kawasan Jawa Timur dan Jawa Barat. Hal ini dilakukan Nestle karena permintaan produknya kurang dapat memenuhi pasar Indonesia yang sangat besar.

"Mereka tidak bisa mencukupi permintaan, jadi mereka akan bangun lagi pabrik di Jawa Timur dan nambah yang di Jawa Barat," jelasnya.

Mengenai Unilever,lanjut Gita, akan memperbesar perusahaan mereka dengan membuka lapangan pekerjaan di Indonesia. Investasi yang dilakukan oleh Unilever akan membuka lapangan pekerjaan 8-10.000 tenaga kerja.

"Unilever juga, mereka sudah pekerjakan 4000 orang, sekarang bagaimana mereka akan mempekerjakan 8-10.000 orang," ujarnya.

Ditempat yang sama Managing Director Sinarmas Grup Gandi Sulistiyanto mengatakan pengusaha yang mengembangkan produk-produk dalam negeri seharusnya diberikan insentif oleh pemerintah agar dapat bersaing dengan produk asing memiliki banyak nilai tambah.

"Produk kita ini kan bukan hanya bersaing dengan produk lokal saja, tapi juga bersaing dengan luar negeri. Bukan masalah cengeng," ujarnya dalam jumpa pers di hotel Shangrila Jakarta Senin (13/6/2011).

Kebijakan-kebijakan atau insentif yang seharusnya diberikan oleh pemerintah itu dinilai Gandi sebagai vitamin bagi pengusaha lokal agar mampu bersaing di pasar internasional. Menurutnya seharusnya pemerintah memberikan kebijakan yang membuat pengusaha lokal berdaya saing.

"Kalau kita tidak makan vitamin nanti kita tidak gemuk dan tidak bisa berantem dengan bule-bule yang badannya besar. Makanya kalau mau gemuk kita minta vitamin dari pemerintah," tambahnya.

(ade/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads