Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan hasil kunjungannya bersama Presiden SBY ke Tokyo Jepang membahas beberapa hal diantaranya soal hubungan kerjasama ekonomi dengan menteri ekonomi, perdagangan dan industri Jepang. Dalam kunjungan itu juga dibahas program 6 koridor ekonomi di Indonesia
"Saya tadi malam baru dari Jepang ikut Pak SBY," kata Hidayat kepada detikFinance, Minggu (19/6/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan asosiasi produsen mesin tekstil membahas investasi industri pembuat mesin tekstil di Indonesia karena ada program peremajaan 2.000 mesin tekstil," katanya.
Kerjasama pembuatan mesin tekstil sebelumnya juga sudah dijajaki dengan China yaitu mengenai rencana pembuatan pabrik mesin pintal di Indonesia oleh China. Potensi pasar mesin pintal Indonesia mencapai 20 juta unit. Sementara China, sebagai salah satu produsen produk tekstil di dunia memiliki 100 juta unit mesin pintal.
Dengan jumlah pasar sebesar itu, saat ini baru terdapat 8 juta unit mesin pintal di Indonesia, pasar yang masih terbuka mencapai 12 juta unit. Selama ini harga satu mesin atau satu mata pintal asal China rata-rata dijual hanya US$ 100 per mata pintal. Jika Indonesia membutuhkan 1,2 juta unit mata pintal setidaknya membutuhkan dana sebesar US$ 1,2 miliar untuk impor.
(hen/hen)











































