Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Eddy Wijanarko dalam jumpa wartawan di kantor Kementerian Perdagangan, Selasa (21/6/2011).
"Mereka sendiri akan mengirimkan orang yang baik untuk mengajarkan kita sehingga pabrik kita mampu memberikan apa yang mereka butuhkan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan diajari permintaan pasar di Amerika, disain yang cocok untuk Amerika, mutu dan bahan baku untuk cocok bagi pasar Amerika. Suatu saat brand Indonesia dijual di Amerika," ujarnya.
Di tempat yang sama, Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar menyatakan, kerja sama Indonesia dan AS akan dijalin oleh Aprisindo dan Footwear Distributors and Retailers of America (FDRA).
"Kedua belah pihak membicarakan untuk memiliki suatu kerangka kerjasama. Mereka sepakat untuk saling pertukaran kunjungan dan komunikasi yang lebih lancar," jelasnya.
Mahendra menambahkan, kerja sama yang dilakukan oleh kedua organisasi persepatuan ini hanya perjanjian antar organisasi. Namun, nantinya kerja sama bisnis akan ditentukan oleh masing-masing perusahaan.
"Ini kan asosiasi, tapi keputusan bisnis ditentukan oleh perusahaan di kedua negara," jelasnya.
(ade/hen)










































