Pabrik Bir Mulai 'Injak Rem' Produksi Jelang Puasa

Pabrik Bir Mulai 'Injak Rem' Produksi Jelang Puasa

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 13 Jul 2011 16:44 WIB
Pabrik Bir Mulai Injak Rem Produksi Jelang Puasa
Jakarta -

Para pabrikan minuman beralkohol khususnya jenis bir sudah mengurangi kegiatan produksinya menjelang puasa dan lebaran. Diperkiraan permintaan bir akan mengalami penurunan 10-15% selama Puasa dan Lebaran.

Juru bicara Gabungan Industri Minuman Malt Indonesia (GIMMI) Ipung Nimpuno mengatakan penurunan permintaan bir masa puasa dan lebaran itu akan ditutupi pada periode puncak konsumsi bir, diantaranya pada tahun baru masehi dan Tionghoa.

"Tentunya ada penurunan (permintaan) perkiraan saya ada penurunan 10-15%. Dari bulan lalu kita sudah mengurangi produksi," katanya kepada detikFinance, Rabu (13/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, dampak bulan puasa terhadap konsumsi bir di setiap daerah akan berbeda. Hal itu sangat tergantung dengan kebijakan masing-masing pemerintah daerah apakah membatasi atau menutup sepenuhnya kegiatan pusat hiburan malam.

"Untuk general penjualan akan menurun, meski tak semua daerah impact-nya sama, terkait penutupan sementara selama Ramadhan, ada daerah Bali masih oke, karena tempat wisata," katanya.

Industri bir di Tanah Air yang terdiri beberapa produsen bir yaitu Angker, Bintang, Balihai memiliki total kuota produksi pabrikan bir itu mencapai 2 juta hekto liter per tahun.

Selama ini katagori produk minuman beralkohol di Indonesia terdiri dari 3 golongan yaitu Golongan A dengan kadar alkohol maksimal 5% atau jenis bir. Sedangkan golongan B kadar alkoholnya 5-20% dan golongan C kadar alkoholnya 20% keatas, golongan B dan C masuk katagori minuman keras.

(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads