Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Thomas Darmawan mengatakan fenomena ini membuat ia khawatir. Beberapa anggotanya kini sudah memiliki unit produksi di Thailand termasuk diantaranya yang belakangan ini menutup operasi pabriknya di Malang.
"Anggota saya ada yang punya pabrik di Thailand, bahkan China sudah disiapkan lahan. Yang saya tahu ada satu pabrik (berhenti) itu yang di Malang," katanya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuannya awalnya mereka mau ekspansi di Thailand, jangan sampai karena iklim tak kondusif di dalam negeri, kejadian relokasi. Selama ini suplai bahan baku tak pernah naik," jelasnya.
Thomas menuturkan soal terbatasnya bahan baku udang di dalam negeri karena setiap tahun produksi udang nasional terus turun. Data pemerintah menyatakan produksi udang di 2010 mencapai 350.000 ton namun fakta yang sesungguhnya bisa dibawah klaim pemerintah.
Menurutnya jika melihat produksi udang negara-negara tetangga seperti Vietnam, negeri tersebut sudah mampu memproduksi udang hingga 310.000 ton dengan total kinerja ekspor perikanan per tahun tembus US$ 4,94 miliar. Sementara Indonesia dengan produksi udang sebesar 350.000 ton hanya mampu mengenjot ekspor perikanan sebesar US$ 2,86 miliar di 2010.
Yang mencengangkan, Negeri Gajah Putih Thailand mampu memproduksi udang mencapai 640.000 ton dengan kemampuan mengekspor produk perikanan sebesar US$ 6,5 miliar pada tahun yang sama.
"Thailand yang saya tahu memang fokus pada produksi udang," katanya.
Kasus gulung tikarnya industri olahan udang bukan lah barang baru, belum lama ini di Malang Jawa Timur dan Makassar Sulawesi Selatan dua pabrik merumahkan ribuan karyawannya karena tak mendapatkan pasokan udang.
Kapasitas terpasang produksi industri olahan udang mencapai 565.000 ton. Namun suplai udang terhadap industri hanya terpenuhi 150.000 ton.
Di 2010 lalu, tercatat sebanyak 3 pabrik pengolahan udang berhenti berproduksi Kejadian itu berujung adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 6.000 karyawan. Bahkan sepanjang 2008 sampai 2010 ada 16 industri yang mengurangi aktivitas mereka.
Dari 16 perusahaan pengolahan udang itu, diantaranya ada 3 perusahaan yang berhenti berproduksi di 2010. Pada 2008 jumlah UPU yang ada masih mencapai 146 UPU sementara di 2009 sudah susut sebanyak 13 UPU atau hanya mencapai 133 UPU.
Industri olahan udang itu mencakup usaha pengolahan udang (murni), campuran, dan krupuk. Di 2009 saja jumlah UPU bidang udang murni mencapai 78, lalu bidang campuran mencapai 48, dan bidang krupuk hanya 7 industri.
(hen/dnl)











































