RI Siap 'Rebut' Inalum dari Jepang

RI Siap 'Rebut' Inalum dari Jepang

- detikFinance
Sabtu, 16 Jul 2011 12:20 WIB
RI Siap Rebut Inalum dari Jepang
Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) akan mengambil seluruh saham yang dimiliki investor asal Jepang di PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Rencana ini akan dilakukan pada 2013

"Pemerintah akan beli semua. Rencananya PIP coba ambil semua saham Jepang itu," ujar Kepala PIP Soritaon Siregar dalam diskusi Laporan Kinerja PIP Tahun 2011 di Bogor, Jumat (15/7/2011) malam.

Usai memiliki 100% saham Inalum, Soritaon menyatakan pemerintah baru akan membuka penawaran (tender) apabila ada perusahaan lokal yang melirik saham perusahaan alumunium tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti kalau memang ada perusahaan Indonesia yang mau, baru kita tenderkan. Tapi untuk langkah pertama kita akan ambil semua pada 2013 itu," pungkasnya.

Adapun komposisi pemegang saham perusahaan saat ini adalah pemerintah Indonesia sebesar 41,1% dan Nippon Asahan Aluminium (NAA), Jepang sebanyak 58,9%.

Saham NAA dimiliki Japan Bank for International Cooperation (JBIC) yang mewakili pemerintah Jepang sebesar 50% dan sisanya oleh 12 perusahaan swasta Jepang. Proyek itu mulai beroperasi pada 6 Januari 1976 sesuai Master of Agreement yang ditandatangani 7 Juli 1975. Kerja sama ini akan berakhir pada 2013.

Memang sebelumnya Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan pemerintah Indonesia akan ambil kepemilikan proyek Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) di 2013.

Menurut Agus Marto, jika Inalum dilepas begitu saja maka negara akan dirugikan hingga US$ 1,2 miliar.

Presiden SBY telah mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 27 Tahun 2010 mengenai tim perundingan proyek Inalum. Tim perunding Inalum telah ditetapkan pada tanggal 1 Desember 2010 yang diketuai oleh Menteri Perindustrian. Proses negosiasi awal antara Indonesia dengan Jepang sudah dijajaki sejak Januari 2011 lalu.

Inalum merupakan sebuah perusahaan patungan antara Indonesia dengan Jepang, yang bergerak dalam industri aluminium dengan kapasitas produksi sekitar 230.000-240.000 ton per tahun.

Pemerintah Indonesia menguasai kepemilikan sebesar 41,13% saham di perusahaan itu, sementara sisanya sebesar 58,87% dikuasai Jepang.

Inalum merupakan satu-satunya perusahaan lokal yang bergerak di sektor produksi aluminium. Selama ini, hasil produksi Inalum sebagian besar dikirim ke Jepang, dan Indonesia sendiri harus mengimpor alumunium dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Dari negosiasi dengan Jepang akan menentukan apakah PT Inalum setelah 2013 akan dikuasai oleh Indonesia seluruhnya atau porsi saham Jepang akan tetap ada di Inalum atau kerjasama akan terus dilanjutkan.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads