Produksi Sawit 1 Juta Ton, Sumbar 'Kebut' Pelabuhan Baru

Produksi Sawit 1 Juta Ton, Sumbar 'Kebut' Pelabuhan Baru

- detikFinance
Rabu, 20 Jul 2011 09:53 WIB
Produksi Sawit 1 Juta Ton, Sumbar Kebut Pelabuhan Baru
Padang - Perkebunan kelapa sawit di Sumatera Barat (Sumbar) mampu memproduksi CPO (Crude Palm Oil) melebihi angka 1 juta ton per tahun. Diperlukan infrastruktur perhubungan yang memadai untuk mendukung potensi tersebut, antara lain dengan memacu penyelesaian pelabuhan baru di Kabupaten Pasaman Barat.

Demikian disampaikan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, melalui rilis Biro Humas pemrov Sumbar yang diterima detikFinance, Rabu (20/7/2011). Dengan kapasitas produksi sebesar itu, menurut Irwan, mengandalkan angkutan pada transportasi darat saja jelas akan menjadi beban lalu lintas sehingga menyebabkan kerusakan jalan.

"Kita usahakan pembangunan pelabuhan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat bisa dipercepat sehingga siap dioperasikan sesuai rencana pada 2012 mendatang. Pelabuhan itu nantinya diharapkan mampu melayani transportasi CPO di Kabupaten Pasaman Barat dan daerah hinterland-nya, seperti Kabupaten Pasaman, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara," jelas Irwan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Irwan, total luas lahan perkebunan kelapa sawit di Sumbar mencapai 136.940 Ha lebih dan sebagian besarnya berada di Kabupaten Pasaman Barat. Data statistik Sumbar tahun 2006 mencatat sekitar 56 % produksi kelapa sawit Sumbar berasal dari Pasaman Barat, disusul Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman masing-masing sebesar 11%.

"Sejauh ini, untuk pembangunan fisik pembangunan Pelabuhan Tapang telah menyerap dana APBN sebesar Rp 25,9 miliar. Sementara, anggaran biaya untuk pembangunan pelabuhan tersebut sampai siap operasi diperkirakan mencapai Rp 158 miliar. Jadi, masih diperlukan anggaran sekitar Rp 132,1 miliar lagi untuk menyelesaikannya," jelas Irwan.

Lebih lanjut Irwan menjelaskan, pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur di kota Padang akan disesuaikan dengan master plan yang telah ditetapkan di 2005 dan kebutuhan pertumbuhan pelayanan bongkar muat pelabuhan. Sejauh ini, kapasitas Pelabuhan Teluk Bayur telah mencapai 15 juta ton per tahun dan baru terpakai sekitar 8-9 juta ton, baik untuk dermaga umum maupun dermaga khusus.

"Untuk pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur telah direalisasikan pembangunan dermaga khusus CPO sepanjang 220 meter dan telah dioperasikan pada pertengahan 2009 lalu. Untuk tahun 2011 juga akan dilakukan pembangunan dermaga khusus batubara sepanjang 300 meter, sehingga dermaga 1-4 dapat digunakan untuk kegiatan bongkar muat kargo lainnya," demikian Irwan Prayitno.

(yon/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads