BATAN Kembangkan Tempe Radiasi Awet Setahun

BATAN Kembangkan Tempe Radiasi Awet Setahun

- detikFinance
Jumat, 22 Jul 2011 12:07 WIB
BATAN Kembangkan Tempe Radiasi Awet Setahun
Jakarta - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) akan kembali membuat kejutan dengan berencana mengembangkan tempe radiasi yang bisa awet 1 tahun. Sebelumnya lembaga yang biasa mengurus nuklir ini telah mengembangkan rendang daging radiasi yang mampu awet 365 hari.

"Saya usul kepada BATAN bagaimana tempe dikembangkan dengan teknik radiasi bisa tahah lama, mungkin bisa tahunan," kata Kepala Pusat Standardisasi dan Jaminan Mutu Nuklir BATAN Syahrudin Chaniago kepada detikFinance, Kamis malam (21/7/2011).

Syahrudin mengatakan penelitian tempe radiasi ini penting karena tempe banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dan berpotensi untuk pasar ekspor. Kenyataanya usia (layak) tempe sejak diproduksi tak mampu bertahan lebih dari satu hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penelitiannya paling tidak butuh empat tahun, karena untuk mengujinya bisa tahan setahun, kita paling tidak butuh waktu selama itu," katanya.

Penelitian soal radiasi tempe semakin diperkuat karena saat ini codex Indonesia sudah mengakui soal tempe. Bahkan dari sisi bisnis perdagangan tempe di dalam negeri mencapai Rp 16 triliun per tahun.

Sementara pasar ekspor pun sangat menggiurkan, karakter tempe yang masuk dalam katagori sayuran sangat potensial bagi negara yang masyarakatnya cenderung vegetarian seperti India, Australia maupun Korea.

"BATAN bukan hanya melahirkan rendang, tapi padi. Padinya dibuat berdasarkan mutasi sel, diradiasi kemudian ditanam, umur (panen) lebih pendek dengan per hektarnya lebih banyak," katanya.

Ia mengatakan kini penelitian nuklir oleh BATAN juga diarahkan pada produk yang bisa digunakan dan bermanfaat secara praktis bagi masyarakat seperti energi, pertanian, peternakan, kesehatan, obat-obatan dan teknologi informasi dan komunikasi. Meski pengembangan listrik tenaga nuklir tetap berjalan walaupun kondisinya melambat karena kekhawatiran dampak nuklir tenaga listrik yang mengerikan.

"Kalau PLTN slowdown, meski kita terus melakukan kita terus jalan, kalau pemerintah mau bangun kita sudah siap. Ini karena masalah Fukusima (Jepang) kemarin," katanya.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads