Bank Kurang 'Manjakan' Industri Kreatif

Bank Kurang 'Manjakan' Industri Kreatif

- detikFinance
Sabtu, 23 Jul 2011 18:12 WIB
Bank Kurang Manjakan Industri Kreatif
Jakarta - Salah satu pengusaha muda Indonesia, Sandiaga Uno, menyayangkan perbankan tidak bisa memberi bantuan pendanaan bagi industri kreatif yang sebenernya memiliki potensi tinggi untuk tumbuh di dalam negeri.

Hal ini disampaikan olehnya ketika menjadi pembicara dalam acara Ideafest 2011 yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Sabtu (23/7/2011).

"Pada intinya, kalau berharap perbankan dapat kasih solusi ke industri kreatif itu sulit sekali," keluhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, hal itu disebabkan bank tidak didesain untuk memberi kredit pinjaman bagi pengembangan industri kreatif nasional.

"Bank, itu hanya mau memberi kredit bagi pihak yang memiliki track record dan aset yang jelas. Sedangkan industri kreatif hanya memiliki aset berbasis ide. Seperti yang disampaikan Pak MS Hidayat (Menteti Perindustrian), aset industri kreatif hanya ada di otak," lanjut Sandi Uno.

Ia menambahkan, industri kreatif bisa mendapatkan suntikan dana melalui dana ventura yang saat ini sedang berkembang untuk pendanaan berbagai dunia usaha.

"Sekarang kan modal ventura sudah banyak. Banyak yang bergerak di usaha kredit motor sekarang," ucapnya.

Namun, dirinya juga menyayangkan, karena waktu untuk pengurusan izin modal ventura yang baru sangatlah lama. Membutuhkan waktu 12-18 bulan, sehingga industri kreatif terkadang tidak bisa menunggu lama akan hal tersebut.

"Kalau boleh beri masukan, supaya industri kreatif maju, ekosistemnya harus didukung, termasuk untuk pendanaannya," imbuhnya.

Menurutnya, para pelaku usaha industri kreatif pun seharusnya juga jangan hanya berbekal ide saja. Tapi harus memiliki perencanaan terhadap strategi bisnisnya.

"Industri kreatif itu harus berbekal business plan dan juga financing plan. Jangan hanya berbekal ide saja. Seharusnya bisa dituangkan ke dalam sesuatu yang bersifat sustainable dalam bisnis plannya, sehingga membuay investor akan tertarik untuk memberi pendanaan," ungkap Sandi Uno.

(nrs/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads