Menteri Perindusrian MS Hidayat mengatakan terbatasnya kapasitas produksi truk di dalam negeri membuat para industri pengguna truk mulai komplain. Opsi mengimpor truk bekas pun tengah menjadi pertimbangan pemerintah walaupun bukan prioritas.
Meskipun Hidayat menegaskan jika ada impor truk bekas maka akan mengganggu investasi pemain truk di dalam negeri. Di sisi lain pemerintah juga harus mendengar keluhan adanya industri yang harus memesan truk, seperti truk Hino yang masa indennya hingga 5 bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat menegaskan saat ini kapasitas produksi pabrik truk sudah maksmimal. Salah satu jalan yang bisa dilakukan adalah dengan menambah kapasitas baru dengan investasi, termasuk adanya rencana ekspansi Hino.
"Kita hanya ingin mempelajari bahwa produksi nasional dengan kebutuhan yang ada dengan kebutuhan yang ada mulai repot, tapi tak boleh serta merta melakukan impor bekas," katanya.
Dikatakannya meski tak melihat ada sesuatu yang urgen, jika ada langkah impor bisa dilakukan dari Jepang termasuk Eropa. "Saya belum melihat sesuatu yang urgen, sekarang faktanya mesih (inden) truk 4-5 bulan, cuma 2-3% yang tak terlayani, tapi komplain orang harus diperhatikan juga," katanya.
(hen/dnl)











































