Direktur Jederal Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Euis Saedah mengungkapkan, utusan pemerintah Thailand akan melakukan kerjasama dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) di bidang busana muslim.
"Iya jadi besok itu (Rabu, 27 Juli 2011) mereka akan datang dan mau ngobrol-ngobrol untuk kerjasama dengan APPMI. Sebelumnya dari kedutaan Thailand sudah datang ke saya dulu," katanya kepada detikFinance ketika ditemui di kantornya Selasa (26/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum ada tanda tangan apa-apa karena mereka maunya IKM Thailand ketemu dulu sama IKM Indonesia. Saya juga nggak mau buru-buru main tanda tangan , tapi nanti tidak ada realisasinya," ungkapnya.
Euis mengaku, ketertarikan yang dibawa Thailand untuk produk muslim Indonesia juga akan berdampak bagus buat Indonesia. Menurutnya, Thailand sudah memiliki akses pasar ke Eropa karena telah terjalin kerja sama dengan Perancis dalam perdagangan.
"Thailand itu kagum dengan kemajuan busana muslim di Indonesia dan Thailand itu sudah punya akses ke pasar Eropa, mereka kerjasama dengan Prancis," imbuhnya.
Alasan Thailand memilih busana muslim, kata Euis, karena busana pasar Eropa juga sudah melirik produk ini untuk semakin diperluas di pasar-pasar Eropa. Salah satu negara yang juga mayoritas muslim, Turki, bisa jadi pasar yang besar untuk busana muslim nantinya.
"Busana muslim ini sangat laris, terutama di Eropa dan Turki dan juga pasar menjanjikan. Berbeda dengan fashion yang sudah dipegang oleh branding tertentu, busana muslim ini belum, masih suatu yang baru dan unik," paparnya.
Euis menjelaskan, nantinya pembicaraan dengan Thailand dapat mewujudkan sebuah langkah konkrit yang dapat menguntungkan kedua belah pihak. Euis mengharapkan, akan muncul 1 merek baru yang dicetus oleh kedua negara untuk busana muslim.
"Saya sih inginnya kita nanti buat 1 brand baru busana muslim yang bisa menembus pasar internasional," pungkasnya.
(ade/hen)











































