Impor Baja China Makin Tinggi, Industri Dalam Negeri Terancam Kolaps

Impor Baja China Makin Tinggi, Industri Dalam Negeri Terancam Kolaps

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Rabu, 27 Jul 2011 10:43 WIB
Impor Baja China Makin Tinggi, Industri Dalam Negeri Terancam Kolaps
Jakarta -

Industri baja dalam negeri semakin sulit bernafas bahkan kolaps menghadapi serbuan baja asal Chhina yang mencapai 1,5 juta ton di 2010. Perlu ada terobosan dalam menurunkan biaya produksi industri agar baja lokal dapat bersaing di negerinya sendiri.

Menurut Kepala LIPI Lukman Hakim, selama ini industri baja Indonesia mengalami pasang surut. Terjadi kenaikan biaya produksi, karena lemahnya infrastruktur dan minimnya insentif untuk investasi baru.

"Industri baja Indonesia harus mengingkatkan produktivitas dan efisiensinya, juga berbenah diri untuk bersaing dengan produsen baja Cina yang akan membanjiri pasar negeri ini," tutur Lukman di Hotel Ritz Calton, SCBD, Jakarta, Rabu (27/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, pelaksanaan ACFTA juga membawa dampak percepatan impor baja dari China. Di negara asalnya, produksi baja pun tengah mengalami surplus.

Berdasarkan data Kemenperin, China siap menaikkan pesokan baja ke Indonesia sebesar 170,8% dengan adanya ACFTA ini. Dengan derasnya impor baja China, terang Kepala Pusat Penelitian (P2) Ekonomi LIPI, Darwin industri dalam negeri terancam kolaps jika tidak ada pengembangan atau inovasi.

Menurut data Asosiasi Baja Dunia, China kokoh sebagai negara produsen terbesar. Dimana selama krisis 2008-2009 lalu, China masih bisa mencatat pertumbuhan produksi baja 13,5%, menjadi 567,8 juta ton.

"Perbandingan Indonesia hanya memproduksi 7 juta ton dalam bentuk minyak mentah baja setiap tahunnya," tuturnya.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads