Menurut Peneliti Ekonomi Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) LIPI Siwage, selama ini kenaikan produksi baja sudah terjadi, namun tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Â
"Kualitas produksi tidak sesuai dengan kreteria pasar. Contoh otomotif dan perkapalan. Mereka butuh baja dengan kriteria tertentu. Mereka (industri baja lokal) tidak bisa penuhi," kata Siwage Dharma di Pacific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (27/7/2011).
Â
Siwage berharap pemerintah serius dalam mengembangkan industrti baja. Salah satu caranya memberikan insentif pajak yang selama ini pemerintah janjikan.
"Peran pemerintah masih kurang. Kalau ada peraturan yang sudah dikeluarkan, dampaknya kecil untuk industri. Tidak ada yang signifkan. Kita lihat tax incentive, apa benar (industri baja) dapat? Berapa besar dampak tax incentive akan produksi? Itu belum terlihat," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk meningkatkan produksi, perlu investasi baru di sektor baja. Terutama memanfaatkan bahan mentah yang kita punya. Selama ini teknologi belum bisa dialihkan ke proses atau pemanfaatkan bahan baku. Selain itu kita harus menarik investor baru," ucapnya.
Ia percaya, akan lebih banyak pelaku industri baja dunia yang masuk ke Indonesia. Mereka akan menginvetasikan dana besar dalam rangka meningkatkan produksi nasional, sekaligus memasarkan baja untuk pasar domestik.
(wep/hen)











































