Diharapkan dari proses audit ini bisa diketahui pasti industri GKR mana yang melakukan penyimpangan distribusi gula rafinasi.
"Mudah-mudahan akhir Agustus kita bisa umumkan barangkali, tapi sebelumnya kita akan verifikasi dulu hasil dari audit," kata Direktur Jederal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Gunaryo dalam rapat koordinasi gula di kantor Kementerian Perdagagan, Kamis (28/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkait dengan audit penyaluran atau distribusi gula rafinasi karena kita tahu juga bahwa penyaluran atau audit tidak hanya ke industri pengguna. Dari industri gula ke industri pengguna juga dari distributor atau sub distributor ke mana lagi itu bisa ditelusuri," paparnya.
Gunaryo menambahkan, proses audit sudah berjalan dengan baik dan hanya menyisakan beberapa tahap lagi yang harus diselesaikan. "Proses sampai sekarang sudah 80%," imbuhnya.
Ditempat yang sama, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu berjanji, masalah perembesan gula rafinasi ini tidak akan terulang kembali di masa mendatang. Mari juga menjanjikan, jajarannya akan tetap melakukan proses audit ke industri-industri yang memang berpotensi melakukan perembesan gula rafinasi.
"Ya masih tetap dilakukan audit sampai hasilnya karena ini berkaitan dengan perembesan dan ini juga untuk kita menata ulang dan mengelola sistem penyaluran dengan lebih baik," tambahnya.
Kemendag bersama tim independen pada pertengahan Juni lalu mulai mengaudit delapan pabrik gula rafinasi. Audit dilakukan menyusul adanya dugaan rembesan gula tersebut ke pasar umum di beberapa daerah, yang seharusnya hanya untuk pasokan industri. Rembesan ini memukul harga gula krital putih (GPK) yang selama ini diproduksi melalui tebu petani.
Rakor gula di Kementerian Perdagangan dilaksanakan hari ini yang dihadiri oleh perwakilan dari Dewan Gula Indonesia (DGI), RNI, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, AGRI, PPGI, FIPG, PIPIMM, GAPMMI, Kemenko Perekonomian dan Kemenperin.
Realisasi produksi GKP sampai dengan 30 Juni 2011 sebesar 887.040 ton, meliputi 831.298 ton gula eks tebu dan 55.742 ton gula eks raw sugar atau sebesar 32,49% dari perkiraan poduksi pada taksasi saat ini sebesar 2,57 juta ton (taksasi sedikit turun dari taksasi sebelumnya sebesar 2,77 juta ton.
Stok fisik GKP produksi dalam negeri per 15 Juli 2011 sebesar 625.902 ton atau untuk hampir tiga bulan konsumsi, sehingga lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada saat puasa dan lebaran.
(ade/hen)











































