Habibie Ingin Bangkitkan Industri Dirgantara Indonesia

Habibie Ingin Bangkitkan Industri Dirgantara Indonesia

- detikFinance
Jumat, 29 Jul 2011 15:13 WIB
Habibie Ingin Bangkitkan Industri Dirgantara Indonesia
Jakarta - Presiden ke-3 Indonesia B.J. Habibie menyampaikan keinginan dan keyakinan mengembalikan kejayaan industri dirgantara Indonesia yang mengalami kemunduran sejak 1995.

Hal ini disampaikan oleh Habibie di KJRI Hamburg, Jerman 24 Juli 2011 saat bertemu 45 orang mantan karyawan IPTN serta tenaga ahli Indonesia di bidang kedirgantaraan yang tersebar di Bremen, Ausburg, Muenchen dan Hamburg Jerman.

Berdasarkan siaran pers yang diterima detikFinance, Jumat (29/7/2011), Habibie mengatakan mundurnya kedirgantaraan Indonesia antara lain disebabkan kurangnya upaya pemerintah untuk memfasilitasi produk dari PT Dirgantara Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, apabila pemerintah ingin memajukan industri penerbangan nasional, pemerintah harus lebih serius dan memiliki komitmen yang kuat untuk mengembangkan industri dirgantara, termasuk mengalokasikan anggaran khusus untuk kepentingan riset.

Ia menuturkan untuk memajukan industri kedirgantaraan Indonesia, tidak hanya diperlukan kebijakan yang baik dari pemerintah, namun juga harus disertai tindakan nyata dalam mendukung riset yang dilakukan oleh para tenaga ahli dan cendikiawan.

Dikatakannya, 16 tahun lalu Indonesia sudah mampu membuat pesawat N-250 Gatot Kaca dan CN-235 serta produk-produk lainnya, yang sempat mendulang sukses di dunia penerbangan nasional dan internasional. Namun saat krisis atas desakan IMF, kejayaan industri tersebut terpaksa harus pupus karena berbagai alasan.

Habibie menilai masyarakat dan pemerintah Indonesia tentu rindu akan kejayaan industri dirgantara seperti pada era 1990-an, namun keinginan tersebut diharapkan jangan sampai masuk perangkap untuk berpolemik seperti dahulu sehingga industri dirgantara melemah.

Menurut Habibie saat ini pemerintah nampaknya memiliki keinginan kembali untuk memajukan industri penerbangan nasional, namun keinginan tersebut harus didukung oleh riset dan ketersediaan para ahli teknologi. Dalam kaitan ini, pemerintah harus menyediakan wadah agar para ahli teknologi Indonesia dapat berkiprah dan berkarya di negeri sendiri.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads