Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) John Manopo ketika berbincang dengan wartawan di kantor Kementerian Perindustrian, Jumat (29/7/2011).
"Kita undang kerannya India biar mereka perang berdua dengan China," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konsumen juga bisa milih. Kita pakai teori pasar, siapa yang dekat pasar dia yang menang," tuturnya.
John menjelaskan, saat ini sudah ada produk lampu LHE dari 33 pabrik lampu dari China. Dengan begitu, John mengajak India untuk menyaingi produk-produk dari China
"Sudah ada 33 pabrik yang masuk ke Indonesia. Kalau saya bilang ke India, mereka sudah punya 33 musuh di sini," ungkapnya.
Lebih lanjut John menambahkan, dirinya telah menemui Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi untuk membicarakan kelanjutan masalah ini. Usulan ini merupakan bagian dari kerjasama perdagangan bebas antara ASEAN dengan India.
"Ya sebenarnya sudah dalam verbal, tapi nanti akan ada surat resminya. Nanti juga akan ditembuskan ke dirjen Kerja Sama Internasional (Kementerian Perdagangan) juga," tambahnya.
Aperlindo yang mewakili industri lampu lokal, tercatat saat ini setidaknya ada 14 merek LHE lokal dengan kapasitas produksi 150 juta LHE per tahun. Pada tahun 2010 lalu dari kebutuhan 200 juta pasang LHE sebanyak 160 juta diimpor terutama dari China.
(ade/hen)











































