Kombinasi pendapatan tahunan kedua perusahaan itu mencapai 12 triliun yen (US$ 155 miliar).
"Kami akan mulai melakukan negosiasi merger mulai sekarang," ujar Presiden Hitachi, Hiroaki Nakanishi seperti ditulis kantor berita Kyodo dan dikutip AFP, Kamis (4/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sumber tersebut, pembicaraan merger antara Hitachi dan Mitsubishi muncul karena berlanjutnya krisis pembangkit listrik Fukushima telah meningkatkan perdebatan tentang masa depan bisnis pembangkit nuklir. Pemicu lainnya adalah terkait penguatan yen yang terus menerus terjadi sehingga bisa menggerus kinerjanya.
Selain pembangkit listrik, bisnis kedua perusahaan itu sangat lebar dan aktif mulai dari sistem kereta api, penerbangan hingga alat-alat listrik dan teknologi informasi. Menurut Kyodo, keduanya memiliki lebih dari 400.000 karyawan.
(qom/hen)











































