Industri Tumbuh 7%, Impor Susu Terus Naik

Industri Tumbuh 7%, Impor Susu Terus Naik

- detikFinance
Senin, 08 Agu 2011 14:37 WIB
Industri Tumbuh 7%, Impor Susu Terus Naik
Jakarta - Industri pengolahan susu di dalam negeri tahun ini diperkirakan akan tumbuh 6-7%. Hal ini berimplikasi meningkatnya permintaan bahan baku susu impor maupun produk susu impor.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) selama Januari-Juni 2011 Indonesia telah mengimpor susu (bubuk) sebanyak 101.657 ton dengan nilai US$ 381,472 juta.

Impor terbanyak berasal dari Selandia Baru sebanyak US$ 126,65 juta, disusul Australia US$ 85,297 juta, Amerika Serikat US$ 77,610 juta, Filipina US$ 19,247 juta, Singapura US$ 15,528 juta dan negara lainnya US$ 57,137 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pergerakan impor susu dari bulan ke bulan menunjukan kenaikan, misalnya pada April 2011 impor susu hanya sebesar US$ 58,368 juta, Mei naik jadi US$ 70,865 juta, Juni naik US$ 77,432 juta.

Ketua Dewan Persusuan Nasional Teguh Budiana mengatakan kenaikan impor itu merupakan konsekuensi dari tumbuhnya permintaan susu di dalam negeri. Rata-rata setiap tahun Indonesia mengimpor bahan baku dan produk jadi susu sebesar US$ 600 juta atau kurang lebih Rp 5,1 triliun.

"Memang kalau industri persusuan naik terus 6-7%, karena konsumsi susu akan terus naik," kata Teguh kepada detikFinance, Senin (8/8/2011).

Teguh mengatakan dari kenaikan tren impor susu tersebut sudah seharusnya pemerintah menggenjot produksi susu sapi segar dalam negeri. Secara umum ia mencatat kebutuhan industri pengolahan susu selama ini 75% masih dipenuhi dari impor sementara sisanya dari susu segar lokal 25%.

"Seharusnya ada upaya pemerintah agar bisa menurunkan secara drastis impor susu, dan mendorong sapi perah lokal," katanya.

Menurutnya geliat permintaan susu dalam negeri telah diantisipasi dengan ekspansi beberapa pabrik pengolahan susu. Misalnya produsen susu merek Indomilk yaitu PT Indolakto memastikan akan mengoperasikan pabrik barunya 2012, dengan mampu menyerap 500-700 ton susu segar per hari.

Sementara dari sisi harga, susu segar lokal relatif stabil. Harga susu lokal saat ini masih terkendala tak seragamnya kualitas susu.

"Sekarang ini harga susu peternak lokal belum ada perubahan, sebelumnya sudah ada kenaikan dua bulan lalu Rp 100 rupiah per liter. Harga sekarang ini untuk susu segar lokal terbaik Rp 3.900 per liter, dan paling rendah Rp 3.200," katanya.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads