Produsen karet PT Kirana Megatara mendapat pinjaman US$ 600 juta (Rp 5,1 triliun) dari sindikasi dari 12 bank. Pinjaman sindikasi itu juga disertai opsi penambahan fasilitas modal kerja sebesar US$ 200 juta.
Pemberian fasilitas kredit sindikasi ini dipimpin oleh CIMB Niaga, HSBC, Permata Bank, dan Standard Chartered.
Fasilitas ini terdiri dari 2 bagian yaitu US$ 500 juta untuk keperluan pembiayaan modal kerja (Revolving credit Facility) dengan durasi pinjaman 3 tahun, yang dapat diperpanjang 3 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT Kirana Megatara merupakan perusahaan crumb rubber processor terbesar di Indonesia bahkan di dunia untuk produksi jenis SIR (Standard Indonesia Rubber).
Presiden Direktur Kirana Megatara Martinus Subandi Sinarya, mengatakan fasilitas kredit ini akan digunakan untuk modal kerja pembelian bahan baku karet dan untuk investasi ekspansi atas 14 pabrik yang telah ada serta untuk mendukung pembangunan dan akuisisi beberapa pabrik baru.
"Dengan perolehan fasilitas kredit ini, Kirana Megatara semakin memantapkan posisinya sebagai perusahaan pengolahan karet alam (crumb rubber) nomor satu di Indonesia. Dengan pengalaman panjang kami sejak berdiri tahun 1964, saat ini kami memiliki relasi kerjasama yang erat dengan 11 dari 20 perusahaan ban global top dunia termasuk Bridgestone, Michelin, Goodyear, Hankook, Kumho dan lain-lain," katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/8/2011).
Kirana Megatara menguasai pangsa pasar sebesar 18% di Indonesia merupakan perusahaan pengolahan karet alam terbesar di Indonesia dengan mengoperasikan 14 pabrik yang tersebar di 7 provinsi di pulau Sumatera dan Kalimantan. Di tahun 2010, Kirana Megatara berhasil membukukan peningkatan volume penjualan secara signifikan sebesar 27% dari 318 ribu ton menjadi 402 ribu ton.
Kenaikan volume penjualan ini ditambah dengan kenaikan harga jual secara signifikan sebesar 86% kemudian memberikan peningkatan 136% pada nilai penjualan dari US$ 524 juta menjadi US$ 1,2 milyar, yang merupakan rekor nilai penjualan tertinggi sejak Perusahaan berdiri.
"Kami sangat gembira dapat ikut berpartisipasi dalam memberikan fasilitas kredit modal kerja ini kepada Kirana Megatara. Merupakan komitmen kami untuk secara konsisten fokus melayani bisnis value chain dan mendukung ekspansi usaha nasabah. Karet merupakan salah satu komoditi yang menjadi prioritas pembiayaan Permata Bank," kata Direktur Wholesale Banking Permata Bank Roy A. Arfandy. (hen/ang)











































