Demikian disampaikan Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel Tbk. Irvan Kamal Hakim dalam jumpa wartawan di kantornya, Jalan Gatot Soebroto, Kamis (11/8/2011).
"Bijih besi sendiri semester I-2010 dengan semester I-2011 naik 21%. Tingkat produksinya naik, tapi pada saat yang sama komponen pembentuk biayanya juga naik," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irvan menambahkan, prediksi harga internasional pada semester II-2011 ini untuk bijih besi juga akan mengalami peningkatan sebesar 20% pada periode yang sama tahun 2010 yang dari US$ 153 per ton menjadi US$ 184 per ton.
"Ini adalah angka prediksi. Tahun 2011 rata-ratanya naik sekitar 20% juga," tambahnya.
Menurut Irvan, kenaikan harga bahan baku ini akan berdampak pada harga jual. Namun, apabila harga jual relatif tetap perusahaan baja akan melakukan pengurangan produksi
"Kalau harga jualnya relatif tetap sementara kenaikan bahan bakunya cukup tinggi maka yang akan terjadi adalah pengurangan marjin. Kalau pengurangan marjinnya cukup besar perusahaan baja dunia akan mengurangi produksi," tuturnya.
(ade/hen)











































