Berdasarkan data yang diperoleh detikFinance hasil kesepakatan rapat tanggal 30 Juli 2011 di Hotel Helmi, Surabaya antara Asosiasi Produsen Garam Konsumsi Beryodium (Aprogakop), kementerian perdagang, perindustrian dan Asosiasi Petani Garam Madura terungkap komitmen menyerap garam rakyat dari 8 importir produsen garam hanya 920.000 ton saja.
- PT Garam 200.000 ton
- PT Garindo 150.000 ton
- PT Sumatraco 120.000 ton
- PT Susanti 125.000 ton
- PT Budiono 180.000 ton
- PT Elitester 100.000 ton
- PT Ekasari 35.000 ton
- PT Cheetam 10.000 ton
Jika mengacu dari hasil rapat garam tanggal 10 Agustus 2011 di kementerian perindustrian, hingga periode itu garam rakyat yang terserap 8 importir produsen hanya 9.788 ton. Sementara rencana serapan garam petani di Agustus mencapai 80.500 ton dan di September sebanyak 226.000 ton.
Bandingkan dengan data produksi garam lokal, tercatat hingga 8 Agustus 2011 produksi garam lokal mencapai 58.285 ton. Hal ini didasarkan pertimbangan dari pengecekan lapangan kementerian peridustrian dan perdagangan. Jawa Barat mencapai 1.285 ton, Jawa Tengah 13.000 ton, Sampang 15.000 ton, Pamekasan 9000 ton, Sumenep 15.000 ton, Gresik 5000 ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai catatan para importir produsen tersebut mendapat alokasi impor garam 2011 sebanyak 1.040.000 ton. Dari jumlah itu hingga tanggal 8 Agustus 2011 sudah terserap sebanyak 923.000 ton garam impor. Tahun 2011 ini diperkirakan kebutuhan garam konsumsi mencapai 1,6 juta ton.
(hen/dnl)











































