Formalin Pada Ikan Asin Dikurangi, Permintaan Garam Melonjak

Formalin Pada Ikan Asin Dikurangi, Permintaan Garam Melonjak

- detikFinance
Minggu, 14 Agu 2011 12:49 WIB
Formalin Pada Ikan Asin Dikurangi, Permintaan Garam Melonjak
Jakarta - Kebutuhan garam konsumsi (iodisasi) tahun ini ditaksir bakal menembus 1,6 juta ton melampaui kebutuhan tahun lalu yang hanya 1,2 juta ton. Salah satu alasan kenaikan permintaan ini karena ada peningkatan penggunaan garam untuk industri pengasinan ikan yang tinggi.

Hal ini karena adanya program pemerintah untuk menggantikan formalin dan boraks dalam proses pengasinan ikan menggantinya dengan jumlah garam yang lebih banyak.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengakui alasan itu. Namun ia mengingatkan bahwa pengurangan boraks dan formalin pada industri ikan asin harus tetap menggunakan garam produksi dalam negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, tapi juga penting pakai garam dalam negeri, petani garam siap," kata Fadel kepada detikFinance, Minggu (14/8/2011)

Ketua Umum Asosiasi Petani Garam Seluruh Indonesia (APGASI) Syaiful Rahman mengakui selama ini industri pengasinan ikan membutuhkan garam tidak sampai 300.000 ton per tahun. Ia meminta jika memang pemerintah memiliki alasan seperti itu harus disertai data yang transparan dan terbuka.

Syaiful mengatakan proyeksi permintaan garam yang tinggi secara langsung telah mendorong alokasi izin impor garam hingga 1,040 juta ton.

"Industri pengasinan ikan memang membutuhkan garam, tapi tak sampai 350.000 ton, lagi pula sekarang ini tangkapan ikan berkurang," kata Syaiful.

Ia mengingatkan apapun alasanya, seharusnya pemerintah terutama kementerian perdagangan harus mengutamakan penggunaan garam lokal. Jumlah impor garam yang besar akan memukul harga petani garam lokal dan secara otomatis akan membuat petani malas memproduksi garam yang ujung-ujungnya produksi garam lokal akan turun.

"Itu bukan ranah petani garam, jangan sampai jadi alasan itu untuk menambah memasukan garam impor," katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh detikFinance, tahun 2007 kebutuhan garam untuk industri pengasinan ikan sebanyak 290.300 ton, tahun 2008 meningkat menjadi 299.000 ton, tahun 2009 menjadi 300.000 ton, tahun 2010 menjadi 315.000 ton dan tahun ini diperkirakan meningkat menjadi 600.000 ton.

Secara umum kebutuhan garam konsumsi tahun ini diperkirakan mencapai 1,6 juta ton atau meningkat dari tahun 2010 lalu yang hanya 1,2 juta ton. Sementara kebutuhan garam industri 1,802 juta ton sehingga total kebutuhan garam tahun 2011 sebanyak 3,402 juta ton.

Kebutuhan garam konsumsi 2011 mencakup garam untuk rumah tangga 750.000 ton, industri aneka pangan seperti mie instan, pakan ternak, mie basah, kecap dan saos, margarin, biskuit, makanan snack sebanyak 250.000 ton. Selain itu garam konsumsi meliputi kebutuhan garam industri pengasinan 600.000 ton.

Selain itu ada kebutuhan garam industri tahun ini yaitu kebutuhan industri soda kostik (CAP) 1,6 juta ton, industri kulit 10.750 ton, industri tekstil dan sabun 17.000 ton, industri pengeboran minyak 125.000 ton dan industri farmasi lainnya 50.000 ton.


(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads