Baja Konstruksi Impor Banjiri Pasar Dalam Negeri

Baja Konstruksi Impor Banjiri Pasar Dalam Negeri

- detikFinance
Jumat, 19 Agu 2011 11:37 WIB
Baja Konstruksi Impor Banjiri Pasar Dalam Negeri
Jakarta - Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) menduga kuat terjadinya lonjakan impor baja produk konstruksi untuk kebutuhan infrastruktur. KPPI mendapat laporan baja impor jenis HS 7326.20.90.00 telah mengganggu industri baja dalam negeri karena membanjiri pasar lokal.

Berdasarkan laporan resmi KPPI yang dikutip detikFinance, Jumat (19/8/2011) pada tanggal 2 Agustus KPPI telah menerima permohonan pengenaan safeguard measures atau tindakan pengamanan terhadap produk baja impor tersebut. PT Bevananda Mustika merupakan pihak industri yang mengajukan permintaan pengamanan perdagangan tersebut.

PT Bevananda Mustika merupakan perusahaan manufaktur market leader bahan konstruksi infrastruktur. Mereka meminta baja impor jenis berbentuk kotak atau slinder atau lembaran yang terbuat dari kawat besi atau baja dengan diameter 2 mm-5 mm yang memiliki lingkaran berbentuk hexagonal sebesar 50 mm-120 mm dengan lilitan tunggal atau ganda yang disepuh atau dilapisi dengan seng atau plastik nomor HS 7326.20.90.00.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nomor HS tersebut berdasarkan informasi tarif bea cukai masuk dalam katagori barang baja lain-lain yang pengenaan tarif bea masuknya sebesar 15%.

PT Bevananda beralasan jika KPPI tidak melakukan langkah pengenaan pengamanan perdagangan maka, mereka mengaku akan menerima kerugian karena terjadi lonjakan impor pada jenis baja tersebut.

"Sehubungan dengan hal tersebut maka KPPI menetapkan pada tanggal 22 Agustus 2011, akan dimulai penyelidikan atas dugaan ancaman kerugian serius yang dialami oleh PT Bevananda Mustika,sebagai akibat lonjakan volume impor barang yang bersangkutan," kata Ketua KPPI Halida Miljani dalam keterangan resminya.

Langkah KPPI selama ini berdasarkan Peraturan Pemerintah No.34 Tahun 2011 tentang tindakan anti dumping, tindakan imbalan dan tindakan pengamanan perdagangan.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads