"Sejauh ini kami tidak nengalami kendala dalam suplai. Produknya ada, barangnya ada," demikian disampaikan Direktur Utama PT Semen Gresik Tbk, Dwi Soetjipto ketika jumpa wartawan di kantornya Jumat (19/8/2011).
Akan tetapi, lanjut Dwi, kendala yang terjadi terletak dari distribusi semen ke konsumen-konsumen di Sumatera. Pemerintah daerah di Sumatera Selatan membatasi tonase truk angkut yang membawa semen di kawasan Sumatera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dwi menambahkan, dengan begitu ada pemogokan supir truk yang akhirnya membuat penambahan biaya. "Adanya pemogokan supir truk, dengan adanya itu ada perlu peningkatan biaya tarif angkutan truk-truk," imbuhnya.
sebelumnya sekitar 1.400 perusahaan konstruksi di Sumatera Selatan yang di bawah naungan sejumlah asosiasi seperti AKJI, Akgepi, Aktali, Akmi, Aksdai Sumsel mengaku mengalami kesulitan mendapat semen.
(ade/dnl)











































