Pemerintah Pastikan Investasi BlueScope Aman di Indonesia

Pemerintah Pastikan Investasi BlueScope Aman di Indonesia

- detikFinance
Selasa, 23 Agu 2011 14:14 WIB
Pemerintah Pastikan Investasi BlueScope Aman di Indonesia
Jakarta - Pemerintah yakin gejolak bisnis industri baja asal Australia BlueScope tak akan mempengaruhi bisnis mereka di Indonesia. Hingga kini BlueScope masih memiliki unit produksi pabrik baja di Cilegon, Banten.

"Untuk BlueScope masih bagus di Indonesia karena menghasilkan plat-plat bangunan mengganti seng yang warna warni. Saya rasa nggak ada masalah investasi," kata Sekjen Kementerian Perindstian Ansari Bukhari di kantornya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (23/8/2011).

Ansari mengatakan khusus untuk di Indonesia, pabrik BlueScope masih terus berproduksi. Ia beralasan produk baja yang dihasilkan Bluescope memiliki permintaan yang tinggi dibandingkan suplainya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga pabrik yang ada di luar malah mensuplai baja untuk kebutuhan Indonesia, termasuk Malaysia," katanya

Sementara itu Menteri Perindutrian MS Hidayat saat dihubungi terpisah menegaskan ia tak mendapat pemberitahuan atau kabar gejolak bisnis BlueScope di negara asalnya. Sehingga ia yakin masalah tersebut tak mempengaruhi investasi BlueScope di Indonesia.

"Nggak ada pemberitahuan atau warning dari mereka, artinya nggak ada yang mengkhawatirkan," kata Hidayat kemarin.

BlueScope Steel Australia mengumumkan rencananya untuk menutup unit produksi bajanya demi meninggalkan bisnis ekspor dan memangkas 1.000 tenaga kerja. Serikat pekerja pun memperingatkan sektor manufaktur Australia menghadapi krisis terburuk dalam beberapa dasawarsa.

BlueScope sebelunya mengumumkan rugi bersih yang cukup mengerikan hingga AU$ 1,05 miliar (US$ 1,09 miliar) untuk tahun fiskal yang berakhir hingga 30 Juni, dibandingkan laba yang dicetak sebelumnya sebesar AU$ 126 juta. Penjualan ekspor mencatat kerugian hingga AU$ 487 juta selama periode tersebut.

Di Indonesia, BlueScope Steel melalui PT BlueScope Indonesia sebelumnya telah melakukan penambahan investasi sebesar US$ 101 juta, untuk memperluas kapasitas produksi di pabriknya yang berada di Cilegon, Banten.

Kapasitas dinaikkan menjadi tiga kali lipat, yakni dari 100 ribu zinc-alumunium ton per tahun menjadi 300 ribu ton per tahun. Upaya ekspansi ini diberi nama badak proyek.

BlueScope Indonesia saat ini merupakan satu-satunya produsen baja di dalam negeri yang menghasilkan baja lapis berwarna dan baja lapis yang memiliki kandungan seng dan aluminium.

Selama ini pasokan bahan baku BlueScope sebagian besar diberoleh dari PT Krakatau Steel yang memasok 90% kebutuhan baja canai dingin atau cold rolled coil (CRC) sedangkan sisanya dipasok dari Australia.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads