Industri Menderita, Australia Tolak Intervensi Mata Uang

Industri Menderita, Australia Tolak Intervensi Mata Uang

- detikFinance
Selasa, 23 Agu 2011 15:20 WIB
Industri Menderita, Australia Tolak Intervensi Mata Uang
Sydney - Pemerintah Australia menolak campur tangan terhadap pergerakan mata uangnya yang cukup liar, meski industri manufakturnya cukup menderita karena penguatan dolar Australia.

Menteri Keuangan Australia Wayne Swan mengatakan, pihaknya tetap 'berkomitmen untuk dolar Australia mengambang' dan akan menolak seruan campur tangan terhadap dolar Australia yang sudah menguat cukup tajam terhadap dolar AS.

Swan mengatakan dolar yang kemarin menembus 1,04 per dolar AS, merupakan refleksi dari booming pertambangan Australia. Menurutnya, intervensi akan bertentangan dengan seruan Canberra terhadap negara-negara seperti China untuk membiarkan mata uangnya bergerak sesuai mekanisme pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BlueScope Steel sebelumnya mengumumkan akan memangkas 1.000 tenaga kerjanya, meninggalkan bisnis ekspor. Perusahaan baja terbesar di Australia itu mengaku harus melakukan restrukturisasi akibat didera berbagai masalah seperti mahalnya bahan baku dan menguatnya dolar AS.

Namun Swan mengaku akan melakukan penyelidikan atas klaim BlueScope yang menyebutkan pembuat baja yang besar seperti Woodside Petroleum, BHP Billiton, Rio Tinto dan Chevron telah mengimpor baja China lebih murah untuk sebagian besar proyek-proyek terbaru mereka.

"Saya agak terganggu oleh itu, jadi saya akan memeriksa klaim ini sama dengan industri," kata Swan radio ABC dan dikutip dari AFP, Selasa (23/8/2011).

Analis di Bank of America Merrill Lynch telah memperkirakan sekitar 100.000 pekerjaan akan hilang di Australia pada bulan Maret mendatang, dengan pengangguran yang- saat ini sebesar 5,1% bisa mencapai 6% selama enam bulan ke depan.

Perdana Menteri Julia Gillard menolak saran agar Australia memberlakukan tarif pada baja impor untuk melindungi produsen lokal. Ia mengatakan langkah itu akan mendorong negara lain untuk mengikuti.

"Jika kita mulai membangun tembok perdagangan maka negara-negara lain melakukan hal yang sama, dan industri besar kita mengekspor, apakah sumber daya itu, atau apakah pertanian itu, atau apakah manufaktur itu ... membayar harga negara-negara lain yang membalas dan mulai membangun tarif dinding mereka juga," katanya.

Gillard mengatakan Australia akan terus menekan negara berkembang termasuk China untuk memastikan "pertumbuhan global yang seimbang" melalui tindakan mata uang yang sesuai.

Angka-angka manufaktur terbaru melukiskan gambaran suram dari sektor yang tengah berkembang di Australia, dengan ekspor merosot 10 bulan berturut-turut dari bulan Juli, harga dan produksi juga menurun.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads