Pemerintah Tawar Inalum di Bawah Rp 6 Triliun

Pemerintah Tawar Inalum di Bawah Rp 6 Triliun

- detikFinance
Jumat, 09 Sep 2011 16:26 WIB
Pemerintah Tawar Inalum di Bawah Rp 6 Triliun
Jakarta - Pemerintah berharap harga jual PT Inalum berada di bawah harga buku yang sebesar US$700 juta atau sekitar Rp 6 triliun. Hal ini pun ditegaskan oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP).
Β 
Kepala Pusat PIP Soritaon Siregar menyatakan pihaknya hingga kini masih menghitung besar nilai jual Inalum. Namun, dia berharap, nilainya akan berada di bawah harga bukunya saat ini.

"Kita masih hitung, kalau nilai bebannya kan US$ 700-an juta, kita coba, nggak mungkin sebesar itu," ujar Soritaon saat ditemui di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, (9/9/2011).

Namun, Soritaon menegaskan, pihaknya akan mampu membeli Inalum yang ditargetkan akan lepas dari kepemilikan Jepang pada 2013. "Masih on track kita tunggu persetujuan pemerintah siapa yang ngambil. Insya Allah 2013, kita siapkan uangnya," tandasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 3,3 triliun untuk investasi di 2012, salah satu tujuannya adalah unuk membeli saham PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) yang 58,87% masih dikuasai oleh Jepang melalui Nippon Asahan Alumunium.

Inalum merupakan sebuah perusahaan patungan antara Indonesia dengan Jepang, yang bergerak dalam industri aluminium dengan kapasitas produksi sekitar 230.000-240.000 ton per tahun.

Pemerintah Indonesia menguasai kepemilikan sebesar 41,13% saham di perusahaan itu, sementara sisanya sebesar 58,87% dikuasai Jepang.

Inalum merupakan satu-satunya perusahaan lokal yang bergerak di sektor produksi aluminium. Selama ini, hasil produksi Inalum sebagian besar dikirim ke Jepang, dan Indonesia sendiri harus mengimpor alumunium dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Dari negosiasi dengan Jepang akan menentukan apakah PT Inalum setelah 2013 akan dikuasai oleh Indonesia seluruhnya atau porsi saham Jepang akan tetap ada di Inalum atau kerjasama akan terus dilanjutkan.

(nia/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads