Β
Kepala Pusat PIP Soritaon Siregar menyatakan pihaknya hingga kini masih menghitung besar nilai jual Inalum. Namun, dia berharap, nilainya akan berada di bawah harga bukunya saat ini.
"Kita masih hitung, kalau nilai bebannya kan US$ 700-an juta, kita coba, nggak mungkin sebesar itu," ujar Soritaon saat ditemui di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, (9/9/2011).
Namun, Soritaon menegaskan, pihaknya akan mampu membeli Inalum yang ditargetkan akan lepas dari kepemilikan Jepang pada 2013. "Masih on track kita tunggu persetujuan pemerintah siapa yang ngambil. Insya Allah 2013, kita siapkan uangnya," tandasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inalum merupakan sebuah perusahaan patungan antara Indonesia dengan Jepang, yang bergerak dalam industri aluminium dengan kapasitas produksi sekitar 230.000-240.000 ton per tahun.
Pemerintah Indonesia menguasai kepemilikan sebesar 41,13% saham di perusahaan itu, sementara sisanya sebesar 58,87% dikuasai Jepang.
Inalum merupakan satu-satunya perusahaan lokal yang bergerak di sektor produksi aluminium. Selama ini, hasil produksi Inalum sebagian besar dikirim ke Jepang, dan Indonesia sendiri harus mengimpor alumunium dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Dari negosiasi dengan Jepang akan menentukan apakah PT Inalum setelah 2013 akan dikuasai oleh Indonesia seluruhnya atau porsi saham Jepang akan tetap ada di Inalum atau kerjasama akan terus dilanjutkan.
(nia/hen)











































