"Kita mau mereka tidak cuma menangkap, tapi bikin juga pengolahan ikan di sini. Kita sedang susun MoU dan akan diresmikan dalam waktu dekat," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad di sela kunjungan kehormatan PM Yingluck Shinawatra di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/9/2011)
Fadel menuturkan lokasi yang cocok untuk pabrik olahan ikan antara lain di Tual, Maluku. Lokasi tersebut sudah ditetapkan sebagai lumbung ikan. "Saya dan Dubes Thailand sudah meninjau ke sana," jelas Fadel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelabuhannya sudah ada, itu dari kita. Nanti kapal ikan Thailand bisa merapat di sana untuk mengolah hasil tangkapan. Jadi juga harus ada investasi perikanan, agar tidak terus terjadi illegal fishing," tegas Fadel.
Selama ini Negeri Gajah Putih Thailand terkuat di ASEAN di sektor ekspor produk perikanan, di 2010 lalu nilai ekspor produk perikanan mereka mampu mencapai US$ 6,5 miliar.
Kemudian disusul oleh Vietnam yang mampu mengekspor produk perikanan per tahun US$ 4,94 miliar. Sementara Indonesia hanya mampu mengenjot ekspor perikanan sebesar US$ 2,86 miliar di 2010.
(hen/dnl)











































