PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat produksi Crude Palm Oil (CPO) 807.720 ton sampai dengan Agustus 2011, meningkat 19,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan produksi CPO perseroan hingga akhir tahun lalu tercatat 1,113 juta ton.
Menurut Investor Relations AALI, Yarmanto, kenaikan produksi CPO akibat produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang bertumbuh 13,4% dari 2,62 juta ton menjadi 2,987 juta ton hingga akhir Agustus ini.
"Pada periode yang sama, area Sumatera memberi kontribusi sebesar 41,9% dari total TBS, sedangkan area Kalimantan dan Sulawesi masing-masing 37,9% dan 20,2%," jelasnya dalam bulletin investor yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa (13/9/2011).
Sementara produksi kernel juga meningkat 16,4% menjadi 169.092 ton dari periode sebelumnya 145.268 ton.
Seperti dikutip dalam laporan Oil World, AALI juga menyampaikan, tingkat konsumsi CPO dunia hingga 2011 akan mencapai 47,8 juta ton. Angka ini turun 800 ribu ton dibawah tingkat produksinya, namun disisi lain juga meningkat 3% dari 122,3 juta ton tahun lalu.
"Tingkat konsumsi minyak nabati utama dunia di tahun 2011 diperkirakan mengalami penurunan menjadi 125,6 juta ton, atau 0,3 juta ton di bawah tingkat produksinya," tuturnya.
Menurut Investor Relations AALI, Yarmanto, kenaikan produksi CPO akibat produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang bertumbuh 13,4% dari 2,62 juta ton menjadi 2,987 juta ton hingga akhir Agustus ini.
"Pada periode yang sama, area Sumatera memberi kontribusi sebesar 41,9% dari total TBS, sedangkan area Kalimantan dan Sulawesi masing-masing 37,9% dan 20,2%," jelasnya dalam bulletin investor yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa (13/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip dalam laporan Oil World, AALI juga menyampaikan, tingkat konsumsi CPO dunia hingga 2011 akan mencapai 47,8 juta ton. Angka ini turun 800 ribu ton dibawah tingkat produksinya, namun disisi lain juga meningkat 3% dari 122,3 juta ton tahun lalu.
"Tingkat konsumsi minyak nabati utama dunia di tahun 2011 diperkirakan mengalami penurunan menjadi 125,6 juta ton, atau 0,3 juta ton di bawah tingkat produksinya," tuturnya.











































