Habis Bertemu Boediono, Bos Toyota Diterima SBY

Habis Bertemu Boediono, Bos Toyota Diterima SBY

- detikFinance
Selasa, 13 Sep 2011 15:13 WIB
Habis Bertemu Boediono, Bos Toyota Diterima SBY
Jakarta - Setelah sebelumnya bertemu dengan Wakil Presiden Boediono, Presiden Toyota Motor Corporation Akio Toyoda bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden. Berbagai topik dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk rencana Toyota melakukan ekspansi di Indonesia.

"Tadi yang dibahas kita adalah investasi, jadi Toyota mau investasi di Indonesia, ekspansi investasi kapasitas juga produk dan juga masalah lokalikasi atau supplier," kata Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (13/9/2011).

Menurut Johnny, Presiden SBY menyambut baik rencana Toyota tersebut. Diharapkan, investasi Toyota di Indonesia juga sejalan dengan program percepatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden kan juga punya MP3EI (Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia), jadi mereka juga mengharapkan dan tadi juga ada permintaan-permintaan seperti infrastruktur pelabuhan. Dan presiden tadi mengatakan memang sudah dalam planning dimana Tanjung Priok itu kan sudah dikembangkan untuk 10 tahun, tapi nanti akan dibangun lagi pelabuhan yang besar," jelasnya.

Toyota tertarik dengan Indonesia karena Indonesia potensial, apalagi potensi market di Indonesia juga sangat besar. "Karena Toyota melihat Indonesia potensial, potensi marketnya bagus sekali jadi ke depannya sangat luar biasa. Maka dari itu Toyota sebagai pemain utama ya harus berperan," imbuhnya.

Apakah akan membangun pabrik yang baru? "Ya, yang pabrik itu sama pabrik yang satu lagi," jawabnya.

Presiden Direktur Toyota Motor Corporation Akio Toyoda sebelumnya menyampaikan rencana ekspansi Toyota US$ 380 juta atau sekitar Rp 3,2 triliun untuk membangun sarana industri di Indonesia.

Selain rencana investasi untuk sarana industri, Toyota juga akan investasi untuk sarana distribusi yang diperkirakan sekitar Rp 2,9 triliun. Adanya tambahan investasi besar ini, akan terserap sekitar 15.000 tenaga kerja baru.

(anw/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads