Stok Air Minum Kemasan Baru Normal Awal Oktober

Stok Air Minum Kemasan Baru Normal Awal Oktober

- detikFinance
Rabu, 14 Sep 2011 15:31 WIB
Stok Air Minum Kemasan Baru Normal Awal Oktober
Jakarta - Produsen air minum dalam kemasan (AMDK) memperkirakan stok AMDK untuk jenis galon baru akan normal pada awal Oktober 2011. Saat ini stok AMDK galon masih hanya mencapai setengah hari padahal normalnya stok harus 3 hari.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) Hendro Baroeno kepada detikFinance, Rabu (14/9/2011).

"Posisi stok tanggal 12 September masih setengah hari, minggu pertama dan kedua Oktober nanti baru akan normal," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasannya karena pada periode minggu ketiga dan keempat bulan September para produsen AMDK baru bisa menyuplai pasokan diatas 100% atau melampaui dari kebutuhan. Sehingga setelah satu minggu berikutnya akan ada stok AMDK hingga 3 hari khususnya di Jabodetabek.

Hendro menuturkan persoalan distribusi menjadi krusial dalam menjaga stok AMDK galon khususnya di kawasan Jabodetabek. Terbatasnya distribusi saat mudik Lebaran dan pembatasan truk masuk tol dalam kota Jakarta menjadi penyebabnya.

Berdasarkan data Aspadin pada tanggal 1 September atau H+1 Lebaran suplai AMDK tak ada sama sekali sementara permintaan sudah mencapai 40% akibatnya pada hari itu stok AMDK di pasaran benar-benar kosong.

Pada saat H+4 Lebaran suplai AMDK baru mencapai 30% sementara permintaannya sudah mencapai 60%. Lagi-lagi stok AMDK pada saat itu sangat tipis, sehingga kelangkaan AMDK tak dapat dihindari.

Kemudian pada posisi tanggal 12 September atau H+12 Lebaran permintaan dan suplai masing-masing mencapai 100%. Padahal dalam keadan normal seharusnya suplai berada di angka 105-110%. Akibatnya stok AMDK sampai saat ini khususnya di Jabodetabek hanya bisa bertahan setengah hari.

"Kami juga mencatat ketika orang mudik di Jawa Tengah, suplai dan stok kurang. Permintaanya sampai 250% di Jawa Tengah karena banyak orang mudik. Sementara di Jawa Timur tak terlalu berpengaruh karena distribusi AMDK masuk katagori pangan," jelasnya.

Aspadin juga mencatat imbas dari kelangkaan AMDK di beberapa daerah menimbulkan spekulasi harga di tingkat pedagang pengecer. Misalnya harga AMDK galon pada H+4 di Depok Jawa Barat sempat tembus Rp 14.000-17.000 per galon padahal harga normal hanya Rp 11.000 per galon.

"Kita juga mencatat di Jogja sampai dijual Rp 14.000-15.000," katanya.

Berdasarkan statistik Aspadin sebanyak 39% kebutuhan AMDK diserap di wilayah Jabodetabek dari total nasional, sisanya 40% di Jawa namun di luar Jabodetabek dan 21% berada luar Jawa. Khusus untuk di Jobodetabek yang menyerap 39% pasar AMDK, sebanyak 71% adalah jenis AMDK galon dan 29% kemasan kecil.

Ia mencatat setiap harinya kebutuhan air minum kemasan di Jabodetabek 16 juta liter. Sementara kebutuhan nasional untuk bulan Agustus diperkirakan mencapai 1,42 miliar liter.

Aspadin memperkirakan di tahun ini produksi AMDK bisa naik dari 14,5 miliar liter menjadi 16,7 miliar liter. Sementara kapasitas terpasang industi minuman dalam kemasan mencapai lebih dari 15 miliar liter per tahun, ditopang oleh 500 pabrik minuman dalam kemasan, dari jumlah itu sebanyak 183 pabrik merupakan anggota Aspadin.


(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads