Dalam siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diterima detikFinance, Jakarta, Jumat (16/9/2011), disampaikan bahwa tahun ini pihaknya akan menyiapkan program swasembada garam nasional pada tahun 2014 nanti.
Pemerintah akan melakukan penurunan impor garam secara bertahap, yaitu dari 2,187 juta ton pada tahun 2010 menjadi 1,022 juta ton di 2011. Garam impor tahun 2009 berasal dari Australia (1,39 juta ton), India (257,9 ribu ton), China (51 ribu ton), Selandia Baru (1.118 ton) dan negara lainnya (35.759 ton).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah revitalisasi garam yang dilakukan melalui penyediaan prasarana dan sarana usaha garam rakyat, juga akan ada inovasi teknologi melalui penggunaan bahan aditif.
Saat ini, seperti yang disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad beberapa waktu lalu, telah ditetapkan 9 kabupaten/kota sebagai sentra Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) dalam rangka mengejar target swasembada garam. Tempat tersebut tersebar di Indramayu, Cirebon, Pati, Rembang, Sampang, Sumenep, Pamekasan, Tuban dan Nagekeo. Selain itu, KKP juga telah menerapkan 31 kabupaten/kota penyangga pelaksanaan pengembangan usaha garam rakyat.
Berdasarkan hasil kesepakatan empat kementerian awal September lalu, secara keseluruhan 40 kabupaten/kota tersebut memiliki lahan total seluas 19.822 Ha dengan luas lahan untuk pemanfaatan PUGAR pada tahun 2011 seluas 9.116,57 Ha.
Produksi garam yang ditargetkan adalah seluas 1,561 juta ton dan produksi garam tahun 2011 ditargetkan adalah sebesar 667.238 ton. Hingga awal September 2011, produksi sudah tercatat sebesar 308.355 ton dan telah terserap pasar sebanyak 133.457 ton dan stok garam saat ini adalah 174.898 ton.
(nrs/hen)











































