Direktur Inkud Exchange, Herman Wutun, dalam rilis yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa (20/9/2011), mengatakan pengembangan industri bioetanol ini merupakan generasi dua, dan diharapkan dapat memberi nilai tambah bagi pemilik Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sekaligus terjadi peningkatan sistem pengolahan limbah.
Kerja sama antara Inkud dengan Lestari Pasifik memungkinkan Indonesia menjadi produsen bioetanol berbahan baku ampas sawit di dunia. Perseroan menggukan teknologi mekano-enzimatik system, yakni sistem dan metode pra-treatment dari ampas minyak kelapa sawit dan hidrolisis enzymatic hydrolysis of polysaccharides.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, bioetanol rencananya akan diekspor ke China yang menjadi salah satu negara pengkonsumsi terbesar untuk menggantikan bahan bakar biodiesel kendaraan di sana.
CEO Lestari Pasifik Berhard, Dato Dr Clement Tan Wei Loon, menegaskan, keuntungan bersama akan didapat pemilik PKS dari hasil penjualan bioetanol yang telah diproses PT Inkud. "Dengan kemitraan antar dua pihak, maka kapasitas untuk berkolaborasi dengan PKS, demi mengamankan penjualan ampas kelapa sawit dan menyewakan lahan untuk pembangunan, konstruksi, dan pengoperasian pabrik bio-tanaman modular dalam jarak dekat, dengan masing-masing PKS yang telah disepakati," imbuh Clement Tan.
(wep/ang)











































