Mereka terlihat bersebelahan mengikuti rombongan Presiden SBY yang sedang melakukan peninjauan di lokasi World Batik Indonesia, JCC, Senayan, Jakarta. Namun setelah, sang Presiden meninggalkan JCC, keakraban dua menteri itu berakhir.
"Sudah yah, sudah yah," kata Mari masuk ke mobilnya dan meninggalkan JCC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengaku belum melakukan pembicaraan lagi dengan Mari soal pembahasan revisi peraturan menteri perdagangan soal ketentuan ekspor rotan.
"Belum ngomong tuh, tadi saya basa-basi saja, mungkin dia lagi nggak mau baca koran kali," sergahnya.
Menteri Perindustrian MS Hidayat sebelumnya mengaku kesal dengan sikap Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang tetap ngotot ingin mengekspor rotan Indonesia. Dua menteri ini berbeda persepsi dalam menentukan kebijakan soal bahan baku rotan yang dimiliki Indonesia.
Hidayat berpandangan ekspor rotan harus dihentikan karena kebijakan itu sama saja memberi peluru kepada pesaing industri rotan negara lain seperti China. Sementara Mari beranggapan ekspor rotan tetap diperlukan karena tak semua jenis rotan di Indonesia bisa dipakai oleh industri dalam negeri.
(nia/hen)











































