D isisi lain Kementerian Perindustrian melihat ekspor tidak hanya dari besaran nilai semata, tetapi harus melihat basis produksi barang jadi untuk ekspor, karena memiliki nilai tambah yang tinggi di dalam negeri.
"Jadi jangan orientasi ke volume ekspor tinggi tapi harus orientasi ke barang-barang yang kita ekspor itu value added," tegas Menteri Perindustrian MS Hidayat di kantornya, Jakarta, Jumat (30/9/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita memang butuh ekspor tapi ekspor yang bukan barang-barang mentah atau raw material," katanya.
Dikatakannya saat ini dampak krisis Eropa dan AS terhadap sektor riil terutama industri dalam negeri sedang dilakukan penelitian. Ia mencontohkan sektor tekstil Indonesia cukup kuat di segmen atas di pasar Eropa dan AS.
"Tekstil kita yang ke Eropa itu yang high end, yang fashion, jadi bukan yang mass product, jadi tidak bersaing secara langsung dengan China," katanya.
(hen/dnl)











































