RI Rayu Pemerintah Kanada Agar RIM Bangun Pabrik BlackBerry

RI Rayu Pemerintah Kanada Agar RIM Bangun Pabrik BlackBerry

- detikFinance
Senin, 03 Okt 2011 15:43 WIB
RI Rayu Pemerintah Kanada Agar RIM Bangun Pabrik BlackBerry
Jakarta - Upaya pemerintah Indonesia untuk menarik investasi produsen BlackBerry (BB) Research In Motion (RIM) belum sirna. Kedatangan Menteri Perdagangan Internasional Kanada Ed Fast ke Indonesia tak disia-siakan oleh pemerintah.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengatakan ia sudah melakukan pertemuan dengan Ed Fast. Gita menuturkan selain masalah perjanjian investasi, ia juga mengangkat isu soal investasi RIM dalam pertemuan itu.

"Mendag Kanada yang datang menyampaikan kepentingan keinginan kita untuk lakukan industrialisasi di Indonesia. Apapun untuk tingkatkan itu kita harus lakukan baik itu fiskal dan non fiskal. Mereka sangat mendengarkan pesan kita dan ingin carikan solusi. Sangat akan disampaikan ke mereka (RIM)," kata Gita saat ditemui di kawasan Cikampek, Jawa Barat, Senin (3/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gita menegaskan pada pertemuan itu tak ada perwakilan pihak RIM. Meskipun pihak Kanada akan mencarikan solusi terkait keinginan pemerintah Indonesia agar produsen BB bisa membangun pabrik di dalam negeri. Sementara itu pemerintah Indonesia, lanjut Gita, bersedia menyiapkan kebijakan fiskal maupun non fiskal

"Pokoknya supaya mereka bisa bangun pabrik di sini," katanya.

Seperti diketahui pabrik BlackBerry di Malaysia sudah beroperasi sejak 1 Juli 2011 lalu dengan pola outsource di kawasan industri Penang, Malaysia.

Sejak mulai beroperasi pada 1 Juli 2011 silam, RIM berharap produksi dari pabrik tersebut dapat memasok permintaan BlackBerry di seluruh kawasan Asia, termasuk Indonesia sebagai pengguna BlackBerry terbesar di Asia Tenggara.
(hen/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads