"Tadi ada VP RIM, dia katakan, akan investasi di Indonesia. Segera! Saya bilang, silakan. Mereka akan membangun aplikasi, riset center, institut aplikasi dan diperuntukkan bagi market dunia," kata Hatta usai menemui menteri perdagangan Kanada di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (3/10/2011).
Hatta menyatakan investasi RIM itu dalam bentuk akademi untuk mengembangkan aplikasi software dan lain-lain. Hal ini untuk mendorong wirausaha berbasis teknologi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politisi PAN ini menambahkan investasi RIM dalam hal manufaktur belum dibicarakan lebih jauh. Namun ia menegaskan proses produksi yang dilakukan RIM di Penang Malaysia bukan sebagai investasi.
"RIM di Malaysia bukan investasi. Mereka menunjuk sebuah perusahaan untuk menjahit, atau merakit. Saya tidak mau komentar lebih jauh akan itu, yang penting mereka mau berinvestasi di Indonesia," katanya.
Sayangnya Hatta tak merinci berapa potensi investasi perusahaan asal Kanada tersebut. Namun beberapa lokasi yang cocok antaralain di Bandung dan Bali
"Nilainya belum bicara sejauh itu. Tapi akan Investasi bangun institusi. Mereka sudah tahu semua tentang Indonesia," katanya.
Ia pun menegaskan persaingan di antara negara-negara ASEAN memang tak bisa dihindari walaupun ASEAN sudah sepakat dengan konsep masyarakat ekonomi ASEAN di 2015.
"Kita punya ASEAN integrity. Kita ada kesepakatan dan nggak boleh diciderai. Nasionalisme penting, narik investasi ke Indonesia harus mati-matian," katanya.
Seperti diketahui pabrik BlackBerry di Malaysia sudah beroperasi sejak 1 Juli 2011 lalu dengan pola outsource di kawasan industri Penang, Malaysia.
Sejak mulai beroperasi pada 1 Juli 2011 silam, RIM berharap produksi dari pabrik tersebut dapat memasok permintaan BlackBerry di seluruh kawasan Asia, termasuk Indonesia sebagai pengguna BlackBerry terbesar di Asia Tenggara.
(hen/dnl)











































