Demikian disampaikan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam pertemuan Indonesia-India Bilateral Trade Minister's Forum di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (4/10/2011).
"Hari ini kita menandatangani MoU antara pemerintah Kalimantan Timur dan perusahaan alumunium India National Alumunium COmpany Limited. Itu merupakan kerjasama untuk pembangunan smelter alumunium dan pembangkit listrik batubara senilai US$ 4 miliar," jelas Mari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merupakan diskusi bisnis yang sudah dibahas antara kedua pemimpin negara di bulan Januari tahun ini," tambahnya.
Sehingga, penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan yang dilakukan awal tahun 2011 kemarin. "Jadi penandatanganan ini merupakan follow up dari pembahasan kemarin. Dan nantinya akan ada beberapa kerjasama," terag Mari.
Sebelumnya Nalco berencana membangun pabrik pengolahan atau smelter yang mengubah alumina menjadi alumunium yang berlokasi Tanjung Api-Api Sumatera Selatan.
(nrs/hen)











































