Kertas Karton RI Selamat dari Pengenaan Safeguard Filipina

Kertas Karton RI Selamat dari Pengenaan Safeguard Filipina

- detikFinance
Kamis, 06 Okt 2011 11:07 WIB
Kertas Karton RI Selamat dari Pengenaan Safeguard Filipina
Jakarta - Lagi-lagi produk Indonesia selamat dari kebijakan pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) atau safeguard negara lain. Hal ini sangat menguntungkan Indonesia, misalnya baru-baru ini produk kertas karton atau Testliner Board asal Indonesia dikeluarkan dari pengenaan tindakan safeguard Filipina

"Pengecualian produk Testliner Board asal Indonesia dari tindakan pengenaan safeguard oleh Otoritas Filipina ini merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan kinerja ekspornya ke Filipina," kata Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan Ernawati dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Kamis (6/10/2011).

Sebelumnya otoritas Filipina pada 15 Juli 2011 mengeluarkan public notice yang berisi hasil akhir penyelidikan safeguard. Produk kertas karton Indonesia terbukti tidak menyebabkan kerugian serius di pasar domestik Filipina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyelidikan safeguard terhadap produk Testliner Board ini dimulai pada 16 November 2009 atas permintaan industri dalam negeri Filipina yang diwakili oleh United Pulp and Paper Co. Inc.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan berkoordinasi dengan perusahaan tertuduh, telah menyampaikan sanggahan sebanyak 4 kali, pada 21 Desember 2009, 15 Januari 2010, 16 Juni 2010, dan 25 Agustus 2010.

Pemerintah Indonesia menegaskan kerugian yang dialami perusahaan lokal Filipina lebih banyak disebabkan faktor lain bukan peningkatan impor Testliner Board dari Indonesia, peningkatan impor terbesar dari Thailand bukan Indonesia.

Peningkatan impor semestinya sudah diperkirakan karena adanya kekurangan suplai dari Industri domestik dan menguatnya nilai tukar peso, serta tidak adanya hubungan antara barang impor dengan kerugian serius yang dialami industri lokal Filipina.

Nilai ekspor kertas karton Indonesia ke Filipina pada 2008 tercatat sebesar US$ 1,03 juta, namun menurun signifikan pada 2009 menjadi US$ 58.000. Nilai ekspor Indonesia di 2008 berada di posisi kedua di bawah Thailand yang nilai ekspornya ke Filipina mencapai US$ 3,4 Juta.

Sedangkan di 2009 nilai ekspor Indonesia sangat jauh di bawah Korea Selatan dengan nilai US$ 1,6 Juta, Thailand US$ 408.000, dan China Taipei US$ 227.000.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads