"Saya sudah bicara serius dengan dia (Gita) dan memberikan data-data yang otentik hasil rapat interdep dengan kehutanan, perindustrian, dan perdagangan baru-baru ini tentang rotan," kata Hidayat kepada detikFinance, Senin (24/10/2011).
Hidayat menuturkan, masalah ekspor rotan ini telah menjadi perhatian Gita di awal-awal masa kerjanya sebagai menteri perdagangan. Gita berencana akan meninjau langsung sentra industri rotan di Cirebon, meskipun tertunda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat sangat mendesak agar segera dilakukan penghentian ekspor rotan demi memasok bahan baku industri rotan di dalam negeri. Meskipun Hidayat mengakui aspek hulu dalam hal ini petani rotan tetap harus menjadi perhatian.
"Iya (tutup ekspor) tapi dengan seperangkat aturan yang membuat tidak ada yang dirugikan terutama petani rotan. Dan mendorong industri nya meningkatkan kualitas produksinya dan juga design, pemasaran," katanya.
Sementara itu Menteri Perdagangan Gita Wirjawan berjanji akan segera bersikap terhadap masalah ekspor rotan ini, walaupun belum jelas apakah akan menyetop, melanjutkan ekspor atau hanya memperketat. "Kita akan segera sikapi," tegas Gita dihubungi terpisah.
Sebelumnya Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan kran ekspor rotan tetap dibuka sampai batas waktu belum ditentukan. Meskipun mulai 12 Oktober 2011 Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.36/M-DAG/PER/8/2009 tentang ketentuan ekspor sebagai dasar hukum ekspor rotan telah berakhir masa berlakunya.
(hen/dnl)











































