"Industri pindang, kita ini ada 60.000 industri kecil. Tapi itu semua hampir kolaps, mereka hanya bisa dapat pasokan 30%. Justru ini yang harus dilihat, kalau mereka tidak hidup, maka nelayannya nanti tidak bisa hidup juga. Itulah yang sedang kita racik untuk ke depannya industrialisasi bisa diterapkan," kata Cicip dalam rapat perdana bersama anggota Komisi IV DPR-RI, Senayan, Senin (24/10/2011).
Pemindangan ikan adalah teknik pengolahan dan pengawetan ikan dengan cara direbus dan diberi sedikit garam. Berdasarkan data kementerian kelautan dan perikanan dari total produksi ikan secara nasiohal yang mencapai 11 juta ton per tahun, sebanyak 15% dikelola menjadi ikan pindang atau 2 juta ton per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah pelaku usaha pemindangan secara nasional juga terus bertambah hingga mencapai sekitar 60.000 unit dari 100.000 unit usaha kecil pengolahan ikan. Sedangkan sisanya adalah pembuatan kerupuk, bakso ikan, abon ikan, dan lain sebagainya.
"Ini berdasarkan teori ekonomi yang mencakup tiga hal, yakni input, proses, dan output. Kita terlalu banyak dari sisi inputnya, namun proses kita masih kurang. Sehingga output yang dihasilkan tidak banyak dan kurang beri nilai tambah," katanya.
Menurutnya sektor kelautan dan perikanan perlu digalakkan diri sisi aspek olahan, agar sektor yang kini dipimpinnya bisa beralih ke tahap industri.
"Misalnya, rumput laut, target kita terlalu tinggi. Maka rumput laut ini harus dihitung dengan cermat. Rumput laut ini jangan terlalu tinggi, kalau memang tinggi maka harus bangun industri supaya bisa terserap dan bisa memberi nilai tambah yang tinggi," tuturnya.
Dikatakan Cicip, adanya industrialisasi untuk rumput laut, maka harga rumput laut yang dijual dari petaninya pun bisa stabil dan terjaga baik. Hal ini karena industri yang merupakan tahap olahan itu dapat menyerap input yang berasal dari rumput laut sendiri.
Ia menyadari bahwa anggaran yang dibutuhkan memang besar. Sejauh ini yang bisa dilakukan adalah menciptakan kebijakan yang bisa merangsang para pengusaha untuk membangun olahan sektor kelautan dan perikanan.
(nrs/hen)










































