Masalah-masalah itu antaralain penghentian produksi secara tidak terduga (unplanned shutdown) di lapangan migas, masalah lahan, hingga perizinan, atau masalah cuaca serta kerusakan fasilitas pada setahun belakangan ini.
"Ya itu kan karena ada kebakaran kapal minyak, ada beberapa hal juga yang tidak jalan-jalan. Mau nggak mau kita beresin, kita percepat," ungkap Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo yang ditemui di kantornya, jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (25/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, untuk tahun ini diakui memang sulit mengejar target. Tapi awal tahun depan nanti produksi minyak diharapkan bisa lebih diangkat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas, Gde Pradnyana mengatakan sampai saat ini rata-rata produksi minyak nasional baru mencapai angka 913 ribu barel per hari.
Untuk diingat, dalam APBN-P 2011 target rata-rata produksi minyak nasional dirubah menjadi 945 ribu barel per hari namun hingga kini target tersebut belum tercapai.
(nrs/hen)











































