MS Hidayat: FTA dengan China Saja Kita Sudah Babak Belur

MS Hidayat: FTA dengan China Saja Kita Sudah Babak Belur

- detikFinance
Kamis, 27 Okt 2011 17:18 WIB
MS Hidayat: FTA dengan China Saja Kita Sudah Babak Belur
Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat menyarankan agar pemerintah tidak terlalu terburu-buru menandatangani setiap perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA). Sikap hati-hati ini agar pasar dalam negeri terjaga dari imbas terburuk perdagangan bebas termasuk dengan China.

"Gini, jangan membuat program penandatangan FTA itu terlalu cepat. Sama China saja kita sudah babak belur," ujarnya usai pertemuan bilateral dengan pihak Rusia di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (27/10/2011).

Dalam rencana pemerintah ada 5 perjanjian FTA yang sedang dipelajari untuk ditandatangani. Dia meminta pemerintah tidak hanya menargetkan banyaknya FTA dan memperbesar nilai perdagangan, tetapi perlu juga memerhatikan sektor industri dalam negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sekarang punya on the plan itu masih ada 5 FTA. Karena setiap FTA itu akan berdampak panjang dampaknya dan kegunaannya buat ekonomi nasional besar atau tidak dan sektor per sektor mesti di nilai. Jadi jangan berorientasi pada banyaknya FTA, itu satu," ujarnya.

"Memang setiap kita berbicara bilateral dengan negara-negara kayak Rusia gini, selalu targetnya meningkatkan volume perdagangan, dari US$ 2 miliar ke US$ 5 miliar di 2014, tapi jangan itu serta merta harus ditandatangani FTA, harus dikaji dulu," tambahnya.

Hidayat menilai tantangan terberat dari 5 FTA yang segera ditandatangi itu adalah FTA dengan Eropa.

"Menurut saya itu pekerjaan yang berat termasuk FTA dengan Eropa. Ya makanya, ngapain teken FTA kalau defisit terus (seperti FTA dengan Australia dan New Zealand)," tegasnya.

Namun, menurut Hidayat, kekhawatiran terhadap defisit perdagangan belum pada tingkat perlunya moratorium FTA.

"Nggak, tapi harus berhati-hati jangan berorientasi kepada penandatanganan FTA kalau memang itu belum perlu. Jadi sekarang saya minta kepada menteri perdagangan menteri keuangan agar FTA itu dicermati betul dengan semua sektor kementerian dan juga privat sektornya itu juga mesti sepakat dulu," tandasnya.


(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads